Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Metropolitan Kentjana (MKPI) Perkirakan PIM 3 Beroperasi Oktober 2020

Metropolitan Kentjana menanamkan investasi Rp5 triliun untuk mengembangkan Pondok Indah Mall (PIM) 3
Mutiara Nabila
Mutiara Nabila - Bisnis.com 02 Februari 2020  |  20:22 WIB
Anak-anak bermain di wahana musim dingin Snow Storm yang dihadirkan untuk merayakan Lebaran dan musim libur sekolah 2019 oleh Pondok Indah Mall (PIM), Jakarta. - Istimewa
Anak-anak bermain di wahana musim dingin Snow Storm yang dihadirkan untuk merayakan Lebaran dan musim libur sekolah 2019 oleh Pondok Indah Mall (PIM), Jakarta. - Istimewa

Bisnis.com, JAKARTA – PT Metropolitan Kentjana Tbk. menargetkan proyek terbarunya, Pondok Indah Mall (PIM) 3 beroperasi pada Oktober 2020 mendatang.

Vice President Director at Metropolitan Kentjana Tbk. Jeffry Tanudjaja menyebutkan PIM 3 nantinya akan memiliki konsep mal keluarga. Pusat perbelanjaan ini akan hadir dengan fasilitas memenuhi gaya hidup dan hiburan. Bangunan mal tersebut dibangun lahan seluas 70.000 meter persegi hanya untuk bangunan mal dengan investasi hingga Rp5 triliun.

“Tapi masih ditambah lahan parkir 57.000 meter persegi dan juga ada dua office tower-nya seluas masing-masing 43.000 dan 45.000 meter persegi,” kata Jeffry, Sabtu (1/2/2020).

Selain itu, untuk memacu tingkat okupansi, pengembang juga bekerja sama dengan operator ruang kerja bersama (coworking space) yang akan beroperasi di area perkantoran. Pemanfaatan oleh tenant ruang kerja bersama ini juga akan mendorong kunjungan ke pusat perbelanjaan. 

Jaffry optimis sistem belanja dalam jaringan dan dagang elektronik tidak akan menyusutkan orang yang mengunjungi pusat belanja.

E-commerce memang akan menjadi besar di Indonesia, tapi menurut saya akan ada pasarnya sendiri, tetap bisa berjalan bersamaan dengan pusat belanja. Karena, saat ini mall bukan hanya tempat berbelanja, tapi juga tempat berkumpul dan pertemuan,” ujarnya.

Menanggapi ada properti ritel yang kinerjanya kurang baik, Jeffry menyebut kemungkinan dari segi pemasaran kurang optimal. Apalagi kalau bergabung dengan apartemen, yang dipasarkan cenderung fokus ke apartemennya.

“Terlebih, ritel yang berada di apartemen juga kurang melakukan banyak inovasi, karena hanya untuk memenuhi kebutuhan orang yang tinggal di apartemen. Pengembang juga umumnya sudah menentukan siapa yang mengisi, kecuali pembangunannya memang fokusnya menjadi properti ritel,” imbuhnya.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

pusat perbelanjaan
Editor : Anggara Pernando
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top