Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group
100 Hari Kementerian Perekonomian
Premium

Ini, Versi Lengkap Kinerja 100 Hari Jokowi-Ma’ruf

31 Januari 2020 | 20:58 WIB
Tak lama usai pelantikan periode kedua, Minggu (20/10/2019), Joko Widodo-Ma'ruf Amin menjabarkan sejumlah strategi untuk mendongkrak pertumbuhan ekonomi. Stratgei yang yang selalu ditekankannya adalah memacu realisasi investasi dan ekspor. Bagaimana capaian kinerja Jokowi-Ma'ruf dalam 100 hari Kabinet Indonesia Maju?

Bisnis.com, JAKARTA— Tak lama setelah dilantik sebagai Presiden pada periode kedua, Minggu (20/10/2019), Jokowi menjabarkan sejumlah strategi untuk mendongkrak pertumbuhan ekonomi yang menunjukkan kelesuan dalam beberapa tahun terakhir. Kedua kunci yang selalu ditekankannya adalah memacu realisasi investasi dan ekspor. Bagaimana realisasinya dalam 100 hari ini?

Karpet merah pun dibentangkan untuk meningkatkan ketertarikan investor dalam membenamkan modal di Indonesia. Tak hanya itu, beberapa kemudahan fiskal juga ditawarkan guna memacu realisasi ekspor. Pemerintah juga berancang-ancang meluncurkan dua omnibus law yang diyakini dapat memperbaiki keruwetan birokrasi perizinan dan menciptakan iklim berusaha yang kondusif.

Berdasarkan data Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM), realisasi investasi mencapai Rp809,6 triliiun atau melampaui target awal sebesar Rp792 triliun pada tahun lalu. Angka total realisasi investasi 2019 ini tumbuh 12,24 persen dibandingkan Rp721,3 triliun.  Adapun, realisasi investasi ini terdiri dari kontribusi investasi asing (PMA) sebesar Rp423,1 triliun dan investasi dalam negeri sebesar Rp386,5 triliun. 

Namun, jika ditelisik lebih dalam, pertumbuhan investasi asing ternyata tak cukup meyakinkan dalam 6 tahun terakhir. Sebaliknya, penanaman modal dalam negeri atau investasi domestik justru konsisten tumbuh.

Di sisi lain, Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat neraca perdagangan sepanjang 2019 mengalami defisit US$3,20 miliar. Defisit tersebut terjadi seiring dengan kinerja ekspor sepanjang 2019 yang mencapai US$167,53 miliar atau lebih rendah dibandingkan dengan kinerja impor yang mencapai US$170,72 miliar.

Adapun, neraca perdagangan sepanjang 2018-2019 terus mencatatkan defisit masing-masing US$8,7 miliar dan US$3,19 miliar. Padahal, neraca perdagangan sempat menunjukkan kinerja cukup kuat pada 2015—2017.

Silakan masuk/daftar untuk melanjutkan membaca Konten Premium

Dan nikmati GRATIS AKSES 8 artikel Konten Premium!

Masuk / Daftar

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top