Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Menhub Budi Karya : Penerbangan ke Wuhan Sudah Kosong 

Kementerian Perhubungan sudah meminta secara langsung kepada berbagai maskapai agar menghindari penerbangan ke Wuhan, China guna mengantisipasi penyebaran virus Corona.
Rio Sandy Pradana
Rio Sandy Pradana - Bisnis.com 24 Januari 2020  |  20:19 WIB
Ilustrasi-Seorang petugas polisi mengenakan masker berdiri di depan pasar makanan laut di Wuhan, Provinsi Hubei, China 10 Januari 2020. Pasar makanan tersebut dihubungkan dengan wabah pneumonia yang disebabkan oleh strain baru coronavirus, tetapi beberapa pasien didiagnosis terinfeksi coronavirus baru tidak berkunjung ke pasar ini. Foto diambil 10 Januari 2020. - Reuters
Ilustrasi-Seorang petugas polisi mengenakan masker berdiri di depan pasar makanan laut di Wuhan, Provinsi Hubei, China 10 Januari 2020. Pasar makanan tersebut dihubungkan dengan wabah pneumonia yang disebabkan oleh strain baru coronavirus, tetapi beberapa pasien didiagnosis terinfeksi coronavirus baru tidak berkunjung ke pasar ini. Foto diambil 10 Januari 2020. - Reuters

Bisnis.com, JAKARTA - Kementerian Perhubungan sudah meminta secara langsung kepada berbagai maskapai agar menghindari penerbangan ke Wuhan, China guna mengantisipasi penyebaran virus Corona.

Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi mengatakan pihaknya sudah meminta agar maskapai penerbangan nasional tidak melakukan penerbangan ke Wuhan, China, guna menghindari kemungkinan terbawanya virus Corona ke Indonesia.

"Kita perhatikan beberapa penerbangan untuk tidak terbang ke Wuhan, karena ada beberapa, ada Lion, Sriwijaya," tuturnya, Jumat (24/1/2020).

Bahkan menurut Menhub, penerbangan yang dari dan menuju wilayah tersebut sudah kosong sejak Kamis (23/1/2020) kemarin. Menhub menegaskan Kemenhub menutup sementara penerbangan ke wilayah tersebut.

"[Travel warning] secara langsung kita sudah sampaikan ke operator penerbangan," imbuh Menhub.

Direktorat Jenderal Perhubungan Udara menyampaikan, menindaklanjuti NOTAM G0108/20 yang diterbitkan oleh International Notam Office Beijing, layanan maskapai Indonesia yang melakukan penerbangan dari dan ke Kota Wuhan, China untuk sementara tidak dapat dilakukan.

Hal itu dilakukan guna mengantisipasi kemungkinan masuknya wabah virus pneumonia atau corona melalui jalur penerbangan.

Saat ini ada dua maskapai penerbangan nasional yang memiliki rute penerbangan ke Kota Wuhan yaitu Sriwijaya Air dan Lion Air.

Direktur Jenderal Perhubungan Udara Polana B. Pramesti, menyampaikan bahwa Direktorat Jenderal Perhubungan Udara akan melakukan antisipasi penyebaran virus pneumonia melalui jalur penerbangan.

"Kami telah melakukan koordinasi intensif kepada seluruh maskapai penerbangan di Indonesia untuk mengantisipasi kemungkinan penyebaran virus pneumonia masuk ke Indonesia melalui aktifitas penerbangan" jelas Polana.

Informasi melalui NOTAM G0108/20 menyampaikan bahwa Bandar Udara Internasional Wuhan Tianhe tidak dapat digunakan sebagai bandara alternate kecuali untuk penerbangan kondisi darurat mulai 23 Januari pukul 11.00 UTC (18.00 WIB) sampai 02 Februari pukul 15.59 UTC (22.59 WIB), sehingga penerbangan dari Indonesia menuju kota Wuhan akan dialihkan ke kota lain di China.

Direktorat Jenderal Perhubungan Udara telah mengeluarkan Surat Edaran Direktur Jenderal Perhubungan Udara melalui Direktur Keamanan Penerbangan Nomor : SE.001/DKP/I/2020 tanggal 20 Januari 2020. 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

virus corona
Editor : Saeno

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

To top