Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Bangun Pabrik Kedua, Chandra Asri Dapat Tax Holiday

Pajak yang diperoleh mencapai 100% untuk Pajak Penghasilan Badan PT Chandra Asri Perkasa pada 20 tahun pertama beroperasi.
Oktaviano DB Hana
Oktaviano DB Hana - Bisnis.com 22 Januari 2020  |  12:28 WIB
Pekerja beraktivitas di proyek pembangunan pabrik Polyethylene (PE) baru berkapasitas 400.000 ton per tahun di kompleks petrokimia terpadu PT Chandra Asri Petrochemical Tbk (CAP), Cilegon, Banten, Selasa, (18/6/2019). - Bisnis/Triawanda Tirta Aditya
Pekerja beraktivitas di proyek pembangunan pabrik Polyethylene (PE) baru berkapasitas 400.000 ton per tahun di kompleks petrokimia terpadu PT Chandra Asri Petrochemical Tbk (CAP), Cilegon, Banten, Selasa, (18/6/2019). - Bisnis/Triawanda Tirta Aditya

Bisnis.com, JAKARTA - PT Chandra Asri Petrochemical Tbk. menyatakan telah menerima persetujuan dari Kementerian Keuangan terkait perolehan tax holiday untuk pengembangan kompleks petrokimia kedua melalui anak usahanya PT Chandra Asri Perkasa.

Erwin Ciputra, Presiden Direktur PT Chandra Asri Petrochemical Tbk., mengatakan insentif pembebasan pajak yang diperoleh pihaknya itu mencapai 100% untuk Pajak Penghasilan Badan PT Chandra Asri Perkasa pada 20 tahun pertama beroperasi. Di samping itu, pada 2 tahun berikutnya anak usaha tersebut masih akan mendapatkan pembebasan pajak hingga 50%.

"Kami menyampaikan apresiasi tertinggi kepada Kementerian Keuangan dan Pemerintah Indonesia atas dukungan yang berkelanjutan terhadap peningkatan iklim investasi secara keseluruhan dan kemudahan dalam melakukan bisnis," kata Erwin dalam keterangan resmi, Selasa (21/1/2020).

Menurutnya, pemberian tax holiday ini menjadi bukti nyata dari keseriusan pemerintah untuk mengembangkan industri nasional. Tax holiday yang diberikan kepada industri pionir ini merupakan bagian dari strategi pemerintah untuk mendorong investasi di Indonesia dan memacu pertumbuhan ekonomi.

Apalagi, saat ini Indonesia masih merupakan net importir produk petrokimia dengan lebih dari 50% impor Olefins dan Polyolefins.

"Kebijakan ini tidak hanya akan membantu para pelaku bisnis seperti Chandra Asri dalam mengamankan investasi yang dibutuhkan, tetapi juga menandakan komitmen Indonesia untuk menarik investor.” katanya.

PT Chandra Asri Petrochemical Tbk. telah menetapkan pengembangan kompleks petrokimia kedua melalui PT Chandra Asri Perkasa dengan nilai investasi yang mencapai kisaran US$4 - US$5 miliar. Proyek anyar itu dijadwalkan rampung pada 2024 dan menciptakan lapangan kerja hingga 25,000 saat puncak pekerjaan konstruksi.

Fasilitas beru tersebut diperkirakan akan membantu mengurangi impor produk petrokimia Indonesia, meningkatkan perekonomian hilir dalam negeri, dan meningkatkan neraca pembayaran negara.

Erwin menjelaskan fasilitas kedua itu akan melipatgandakan kapasitas produksi Chandra Asri saat ini, yaitu dari empat juta ton per tahun menjadi delapan juta ton per tahun dengan diversifikasi produk mulai dari Polyethylene, Polypropylene, aromatics (Benzene, Toluene, and Xylene), Mixed C4 dan Py-Gas.

"Produk-produk tersebut pada akhirnya digunakan untuk memproduksi kemasan, pipa, kabel, kendaraan, dan barang-barang rumah tangga konsumen; dan ditujukan untuk memenuhi permintaan domestik yang terus meningkat."

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

chandra asri
Editor : Galih Kurniawan

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!
qrcode Bisnis Indonesia Logo Epaper
To top