Begini Rencana Aksi PUPR dan Pemprov Jabar Atasi Banjir

Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) dan Provinsi Jawa Barat (Jabar) mengadakan Rapat Koordinasi membahas Rencana Aksi Penanggulangan Bencana banjir di Jabar.
Gloria Fransisca Katharina Lawi
Gloria Fransisca Katharina Lawi - Bisnis.com 18 Januari 2020  |  19:06 WIB
Begini Rencana Aksi PUPR dan Pemprov Jabar Atasi Banjir
Sejumlah warga membersihkan lumpur pasca banjir yang menggenangi wilayah Jalan Mawar V RT. 008 RW 03, Kelurahan Margahayu, Bekasi Timur, Kota Bekasi, Jawa Barat, Senin (6/1/2020). - ANTARA FOTO/Suwandy

Bisnis.com, JAKARTA – Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) dan Provinsi Jawa Barat (Jabar) mengadakan Rapat Koordinasi membahas Rencana Aksi Penanggulangan Bencana banjir di Jabar.

Menteri PUPR Basuki Hadimuljono menyatakan, dalam rakor tentang banjir yang terjadi pada Januari 2020, ada sembilan kabupaten dan kota di Jawa Barat ini yang mengalami banjir.

Misalnya Bandung Barat, Kabupaten Bandung, Kabupaten Karawang, Kabupaten Indramayu, Kabupaten Subang, Kabupaten Bogor, Kabupaten Bekasi, Kota Bekasi, dan Kota Depok.

Dalam rakor bersama Gubernur Provinsi Jawa Barat Ridwan Kamil dan sejumlah bupati/wali kota, kepala dinas dan perwakilan pusat menemukan bahwa jika Terowongan Nanjung di Curug Jompong beroperasi, banjir di cekungan Bandung seperti daerah Dayeuhkolot tidak berlangsung lama, bahkan nyaris tidak terdengar adanya banjir.

“Untuk banjir Citarum, kami ingin sampaikan dengan hujan paling besar pada 17 Desember (2019) banjir tidak berkepanjangan di Dayeuhkolot, karena beroperasinya Terowongan Nanjung berfungsi untuk memperlancar aliran Sungai Citarum ke hilir,” ujar Basuki dikutip dari siaran pers, Sabtu (18/1/2020).

Lebih lanjut, untuk mengurangi banjir di cekungan Bandung secara signifikan, Kementerian PUPR melalui Balai  Besar Wilayah Sungai (BBWS) Citarum tengah menyelesaikan sodetan Cisangkuy yang bisa mengalirkan 80 persen air dari sungai Cisangkuy langsung ke Citarum.

Menteri Basuki berharap, April 2020 proyek sodetan Cisangkuy ini bisa selesai sehingga banjir di Dayeuhkolot dan sekitarnya bisa dikendalikan secara optimal.

Dengan demikian dia berharap pada 2020 ini banjir di cekungan Bandung bisa dikendalikan dan lebih baik. Oleh sebab itu, pemerintah perlu memfokuskan ke hilir, seperti Karawang, Muara Gembong, Cilamaya yang tahun ini juga terkena banjir besar.

“Kita akan bangun Bendungan Cibeet dan Cijuray yang ditargetkan bisa terealisasi mulai tahun depan dan pembangunan bendungan diharapkan selesai paling lambat 2024,” terangnya.

Basuki beralasan, strategi ini dikarenakan Bendungan Cibeet yang ada di Kabupaten Bogor berfungsi untuk mengendalikan banjir di Karawang dan Bekasi, sehingga penduduk ingin ada bendungan sendiri di Cijuray untuk irigasi di Kabupaten Bogor.

“Kita pastikan itu (Bendungan Cibeet dan Cijuray) dibangun dua-duanya kalau diperlukan rakyat, tidak perlu mana yang duluan,” tambahnya.

Sementara, untuk Bendungan Sukamahi dan Ciawi yang akan berfungsi sebagai pengendali banjir di Jakarta, Basuki berharap bendungan tersebut bisa beroperasi di akhir 2020. 

Adapun pembebasan lahan untuk kedua bendungan tersebut sudah mencapai 98 persen, sementara progres pembangunan sendiri mendekati 50 persen.

 

 

 

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
banjir, Kementerian PUPR

Editor : Nancy Junita
KOMENTAR


Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top