Ekspor Manufaktur Diproyeksikan Meningkat pada 2020

Menteri Perindustrian Agus Gumiwang Kartasasmita mengatakan pemerintah, melalui berbagai kementerian, sudah menjalankan berbagai langkah untuk memacu ekspor produk industri.
Oktaviano DB Hana
Oktaviano DB Hana - Bisnis.com 16 Januari 2020  |  11:48 WIB
Ekspor Manufaktur Diproyeksikan Meningkat pada 2020
Pekerja melakukan aktivitas bongkar muat di Pelabuhan Bongkar Muat Tanjung Priok milik Pelindo II, Jakarta. - ANTARA

Bisnis.com, JAKARTA - Sejumlah sektor industri manufaktur diyakini bisa kembali memacu ekspor pada 2020 setelah pada 2019 terbilang lesu.

Direktur Eksekutif Asosiasi Persepatuan Indonesia (Aprisindo) Firman Bakri mengatakan pihaknya berharap setidaknya kinerja ekspor pada tahun ini bisa menyamai capaian 2018. Pada 2019, jelasnya, kinerja ekspor alas kaki menurun belasan persen.

"Untuk 2020, kami berharap bisa kemabali seperti 2018, mencapai US$5,1 miliar," ujarnya kepada Bisnis, Rabu (15/1/2020).

Firman menilai saat ini terjadi perubahan peta kekuatan industri alas kaki global. Bila sebelumnya sektor manufaktur tersebut identik dengan China dan Vietnam, maka sekarang Indonesia diyakini menjadi primadona baru.

Permintaan produk alas kaki China terus menurun dan beralih ke negara lain, termasuk Indonesia. Peralihan permintaan itu pun diyakini kian signifikan pada tahun ini.

Di sisi lain, arus relokasi investasinya pun menyasar Indonesia setelah perang dagang antara China dan Amerika Serikat terjadi. Oleh karena itu, Firman menilai potensi itu harus dioptimalkan pelaku industri dengan dukungan pelaku industri.

"Indonesia sangat potensial dan tergantung bagaimana pemerintah mensiasatinya. Kami harap nanti pada 2020 setela relokasi dari China masuk, Omnibus Law ditetapkan, kemudian kerja sama dagang Indonesia dan Uni Eropa tercapai."

Ketua Umum Gabungan Pengusaha Makanan dan Minuman Indonesia (Gapmmi) Adhi S Lukman juga optimistis pelaku industri lokal bisa meningkatkan kinerja ekspor pada 2020. Kendati begitu, dia menilai pelaku usaha perlu mewaspadai sejumlah sentimen global, terutama terkait eskalasi konflik antarnegara.

"Untuk pasar ekspor, kami akan memang berhati-hati dengan kondisi global, misalnya terkait perang adanya insiden yang belakangan terjadi. Namun, kami tetap optimistis karena peluang produk indonesia masih besar," ujarnya kepada Bisnis.

Menteri Perindustrian Agus Gumiwang Kartasasmita mengatakan pemerintah, melalui berbagai kementerian, sudah menjalankan berbagai langkah untuk memacu ekspor produk industri. Kemenperin, jelasnya, memperkuat sektor industri melalui program pembinaan agar produknya lebih berdaya saing dan unggul.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
ekspor nonmigas

Editor : Galih Kurniawan
KOMENTAR


Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top