Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Kasus Korupsi Jiwasraya, PB HMI : Langkah Erick Thohir Sudah Tepat

Ketua Umum PB HMI, Arya Kharisma Hardy menilai kasus di Jiwasraya menjadi momentum yang tepat bagi Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Erick Thohir untuk bersih-bersih.
Sholahuddin Al Ayyubi
Sholahuddin Al Ayyubi - Bisnis.com 10 Januari 2020  |  13:05 WIB
Menteri Keuangan Sri Mulyani (kiri) berbincang dengan Menteri BUMN Erick Thohir aat konferensi pers terkait penyelundupan motor Harlery Davidson dan sepeda Brompton menggunakan pesawat baru milik Garuda Indonesia di Kementerian Keuangan, Jakarta, Kamis (5/12/2019). - ANTARA /Hafidz Mubarak A.
Menteri Keuangan Sri Mulyani (kiri) berbincang dengan Menteri BUMN Erick Thohir aat konferensi pers terkait penyelundupan motor Harlery Davidson dan sepeda Brompton menggunakan pesawat baru milik Garuda Indonesia di Kementerian Keuangan, Jakarta, Kamis (5/12/2019). - ANTARA /Hafidz Mubarak A.

Bisnis.com, JAKARTA - Pengurus Besar Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) mendukung penyelesaian kasus korupsi yang terjadi di PT Asuransi Jiwasraya.

Ketua Umum PB HMI, Arya Kharisma Hardy menilai kasus di Jiwasraya menjadi momentum yang tepat bagi Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Erick Thohir untuk bersih-bersih. Pasalnya, Arya menilai BUMN belakangan kerap menjadi sapi perah sekelompok orang.

Arya juga mengemukakan pemulihan manajemen BUMN melalui skema holding dan penerapan the right man on the right place di posisi strategis perusahaan-perusahaan BUMN menjadi hal yang patut diapresiasi dan didukung.

"BUMN mesti bekerja sama dengan lembaga terkait seperti Badan Pemeriksa keuangan (BPK), Ombudsman dan akuntan publik untuk rutin mengontrol kinerja perusahaan dan perilaku direksi-direksi BUMN," tuturnya dalam keterangan resmi, Jumat (10/1/2020).

Kendati demikian, Arya mengkritisi perusahaan BUMN yang cenderung melakukan monopoli aktif pada sektor bisnis. Menurutnya, BUMN bisa adil jika menggandeng pihak swasta.

"Hegemoni BUMN beserta anak cucunya, sangat mengganggu dinamika iklim usaha nasional yang juga dibangun perusahaan swasta dalam negeri, sehingga sedikit banyak mempengaruhi asa pengusaha dalam negeri untuk bertumbuh," kata Arya.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

jiwasraya erick thohir
Editor : Saeno
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.
0 Komentar

BisnisRegional

To top