Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Mengapa Jalan Tol Semarang—Demak Belum Juga Dibangun?

Proyek jalan tol sepanjang 27 kilometer ini akan terpadu dengan pembangunan tanggul laut.
Rivki Maulana
Rivki Maulana - Bisnis.com 09 Januari 2020  |  17:54 WIB
 Foto udara permukiman penduduk terkepung air laut akibat abrasi di Desa Sriwulan yang berbatasan dengan Kota Semarang, di Sayung, Demak, Jawa Tengah, Selasa (20/8 - 2019). Kementerian PUPR menargetkan pembangunan Jalan Tol Semarang / Demak sepanjang 27 kilometer yang terintegrasi dengan pembangunan tanggul laut bernilai investasi Rp15,5 triliun akan dimulai pada akhir 2019 dan ditargetkan selesai pada 2021, guna
Foto udara permukiman penduduk terkepung air laut akibat abrasi di Desa Sriwulan yang berbatasan dengan Kota Semarang, di Sayung, Demak, Jawa Tengah, Selasa (20/8 - 2019). Kementerian PUPR menargetkan pembangunan Jalan Tol Semarang / Demak sepanjang 27 kilometer yang terintegrasi dengan pembangunan tanggul laut bernilai investasi Rp15,5 triliun akan dimulai pada akhir 2019 dan ditargetkan selesai pada 2021, guna

Bisnis.com, JAKARTA — PT Pembangunan Perumahan Semarang Demak masih menunggu penyerahan lahan dari pemerintah agar bisa memulai tahap konstruksi jalan tol Semarang—Demak.

Proyek jalan tol sepanjang 27 kilometer ini akan terpadu dengan pembangunan tanggul laut.

Direktur Utama PT Pembangunan Perumahan Semarang Demak (PPSD) Handoko Yudianto mengatakan bahwa tahap konstruksi belum bisa dilakukan karena lahan yang telah dibutuhkan belum diserahkan ke badan usaha jalan tol.

Untuk itu, pihaknya masih menunggu penyerahan lahan dari pemerintah sehingga konstruksi bisa segera dimulai.

"Belum ada penyerahan lahan, paling sekarang hanya persiapan-persiapan saja, tapi mungkin sebentar lagi akan dimulai," ujar Handoko kepada Bisnis, Kamis (9/1/2020).

Menurut Handoko, tahap konstruksi jalan tol Semarang—Demak akan dimulai dari sisi Demak, yaitu seksi 2 yang menghubungkan Kota Demak dengan Kecamatan Sayung.

Secara keseluruhan, PPSD akan membangun jalan tol 16,30 kilometer, sedangkan sisanya sepanjang 10,70 kilometer dibangun oleh Kementerian PUPR. Namun, saat operasional berlangsung, PPSD akan mengelola jalan tol secara penuh dengan durasi konsesi 35 tahun.

Handoko sebelumnya mengatakan bahwa kebutuhan lahan untuk proyek jalan tol Semarang—Demak tak terlampau besar. Dari total kebutuhan lahan seluas 531 hektare, sebanyak 300 hektare atau 56,40 persen akan digunakan untuk penampungan air.

Penampungan diperlukan karena jalan tol dibangun terpadu dengan tanggul laut untuk menanggulangi rob di Semarang dan Demak.

Keberadaan tanggul diharapkan bisa mengatasi penuruanan muka tanah di wilayah tersebut.

Semarang dan Demak menjadi dua wilayah perkotaan yang rentan terhadap abrasi dan kenaikan muka air laut. Kedua kota ini masuk ke dalam daftar prioritas pengamanan pantai hingga 2024 nanti. Pengamanan pantai dibutuhkan karena dalam beberapa tahun terakhir, abrasi telah melenyapkan lahan di pantura. Di Demak, misalnya, abrasi telah melenyapkan lahan seluas 476 hektare.

Secara umum, proyek jalan tol Semarang—Demak yang menelan investasi Rp15,30 triliun diharapkan tuntas dalam 2 tahun masa konstruksi.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

jalan tol tol semarang-demak
Editor : Zufrizal
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top