Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Kinerja Industri Kimia Dasar Anorganik Kuartal I/2020 Diperkirakan Anjlok

Hal tersebut disebabkan oleh berlanjutnya momentum perlambatan permintaan dari kuartal IV/2019 dan fenomena banjir di beberapa wilayah yang dekat dengan pusat produksi.
Andi M. Arief
Andi M. Arief - Bisnis.com 06 Januari 2020  |  20:49 WIB
ilustrasi - JIBI
ilustrasi - JIBI

Bisnis.com, JAKARTA – Asosiasi Kimia Dasar Anorganik (Akida) meramalkan pertumbuhan produksi pada kuartal I/2020 akan lebih buruk dari periode yang sama tahun lalu.

Hal tersebut disebabkan oleh berlanjutnya momentum perlambatan permintaan dari kuartal IV/2019 dan fenomena banjir di beberapa wilayah yang dekat dengan pusat produksi.

Ketua Umum Akida Michael Susanto Pardi mengatakan pihaknya telah mengarahkan pabrikan untuk berkoordinasi dengan pelanggan dalam hal distribusi dan produksi. Selain itu, pelaku industri kimia dasar anorganik telah menyiapkan pompa untuk menyedot air yang masuk ke pabrikan dan menambah cadangan pergudangan (buffer stock).

Concern kami adalah lebih kepada penurunan demand karena efek berantai dari pelemahan sektor riil yang disebabkan oleh banjir di mana-mana,” ujarnya kepada Bisnis, Senin (6/1/2020).

Michael mengatakan banjir yang disebabkan hujan dengan curah tinggi awal 2020 merupakan yang terburuk selama satu dekade terakhir bagi industri kimia dasar. Menurutnya, walaupun Januari dan Februari merupakan musim dengan permintaan yang lemah, banjir membuat permintaan bahan baku kimia dasar anorganik makin terpuruk.

Dia mengatakan efek pelemahan permintaan akibat banjir adalah tidak adanya proses distribusi pada pekan lalu. Sementara itu, sebagian besar pabrikan mengalami penurunan permintaan drastis.

Oleh karena itu, Michael menilai sulit untuk memprediksi pertumbuhan produksi pada kuartal I/2020. Namun, Michael berharap pertumbuhan pada kuartal I/2020 tidak kurang dari 5%. 

Sebelumnya, Michael berujar telah menyampaikan ke pemerintah bahwa industri kimia memerlukan beberapa hal agar dapat tumbuh ekspansif seperti insentif fiskal, fasilitas lahan di kawasan industri, proteksi impor, dan kepastian hukum.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

industri kimia industri manufaktur
Editor : Galih Kurniawan
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.
0 Komentar

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top