Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Grab Gandeng Singtel Bangun Bank Digital di Singapura

Menurut pernyataan resmi yang dikutip melalui Bloomberg, Senin (30/12/2019), entitas Grab akan memiliki 60% saham dalam konsorsium tersebut, sedangkan Singtel akan memiliki sisanya.
Nirmala Aninda
Nirmala Aninda - Bisnis.com 30 Desember 2019  |  12:53 WIB
Ilustrasi pengemudi ojek daring Grab. - Reuters/Beawiharta
Ilustrasi pengemudi ojek daring Grab. - Reuters/Beawiharta

Bisnis.com, JAKARTA - Grab Holdings Inc. bersama dengan Singapore Telecommunications Ltd. akan mengajukan permohonan lisensi perbankan digital berlisensi penuh, sejalan dengan inisiatif pemerintah Singapura untuk menarik perusahaan teknologi ke sektor keuangannya.

Menurut pernyataan resmi yang dikutip melalui Bloomberg, Senin (30/12/2019), entitas Grab akan memiliki 60% saham dalam konsorsium tersebut, sedangkan Singtel akan memiliki sisanya.

Konsorsium ini berencana untuk mendirikan bank digital yang menargetkan konsumen digital pertama, serta usaha kecil dan menengah yang tidak memiliki akses ke kredit perbankan.

Langkah ini menggabungkan salah satu operator bisnis online terbesar di Asia Tenggara dengan perusahaan telekomunikasi terbesar di Singapura.

Tahun ini, Otoritas Moneter Singapura meluncurkan rencana untuk memberikan sebanyak lima lisensi bank virtual guna meningkatkan kompetisi dan inovasi.

Dari jumlah tersebut, dua akan menjadi bank berlisensi penuh dan tiga lisensi grosir terbatas hanya untuk melayani klien perusahaan. Kategori pertama membutuhkan modal sebesar 1,5 miliar dolar Singapura, yang kedua 100 juta dolar Singapura.

"Pasar pinjaman Asia Tenggara diperkirakan akan meningkat lebih dari empat kali lipat menjadi US$100 miliar pada 2025," menurut laporan oleh Bain & Co., Google dan Temasek Holdings Pte., dikutip melalui Bloomberg, Senin (30/12/2019).

Beberapa korporasi lain telah menyatakan minatnya untuk bergabung dengan Singtel dan Grab untuk mengajukan proposal pada penawaran lisensi virtual.

Perusahaan tersebut termasuk Ant Financial, Razer Inc. dan Oversea-Chinese Banking Corp. Saham Singtel naik sebanyak 0,9% pada Senin (30/12/2019).

Upaya untuk membuka industri perbankan Singapura kepada perusahaan teknologi datang pada momen yang sama di Hong Kong, di mana Ant dan pesaing dari China lainnya termasuk Tencent Holdings Ltd. telah memperoleh lisensi awal tahun ini.

Untuk Grab, bisnis perbankan digital melengkapi rangkaian layanannya yang dibangun dari layanan ride-hailing yang berkembang secara regional.

Grab memiliki keuntungan dibandingkan perusahaan non-bank lainnya, di mana mereka telah lebih dulu menjadi bagian dari sistem pembayaran online yang dibangun di bawah merek GrabPay bagi pengguna jasa ride-sharing serta para pedagang lokal.

Sejak dirintis pada 2012, Grab telah berkembang menjadi layanan keuangan di seluruh Asia Tenggara dalam kemitraan dengan 60 lembaga keuangan termasuk United Overseas Bank Ltd. di Singapura dan Malayan Banking Bhd. Di Malaysia.

Mereka kemudian mendirikan Grab Financial Group pada tahun 2018, yang, antara lain, menyediakan layanan pembayaran digital dan pinjaman pribadi.

Grab juga meluncurkan kartu kredit tanpa nomor kartu dengan Mastercard dan berencana untuk memulai layanan manajemen kekayaan tahun depan.

Sementara itu, Singtel juga telah merambah ekspansi pada layanan keuangan karena pertumbuhan bisnis telekomunikasinya berada dalam kondisi ekonomi yang tidak pasti.

Perusahaan tersebut mencatatkanrugi bersih sebesar 668 juta dolar Singapura pada kuartal III/2019, karena isu luar biasa terkait dengan Bharti Airtel Ltd.

Pada ekspansinya di Asia Tenggara, operator telekomunikasi itu telah menawarkan layanan pembayaran selulernya, Dash, dengan rekanan regional, termasuk di Thailand.

CEO Singtel International Group Arthur Lang mengatakan bahwa perbankan digital adalah perpanjangan layanan keuangan seluler Singtel yang sudah berjalan saat ini.

"Kami ingin secara fundamental mengubah cara konsumen dan korporasi memanfaatkan bank," katanya.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

Grab
Editor : Achmad Aris
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top