BKPM Mulai Benahi Penghambat Investasi Rp700 Triliun

Terakhir, pihaknya bersama dengan Kejaksaan Agung membantu merealisasikan investasi PT Lotte Chemical Indonesia yang sejak 2016 terhambat masalah lahan dengan PT Krakatau Steel (Persero) Tbk. dan PT Krakatau Industrial Estate Cilegon.
Lorenzo Anugrah Mahardhika
Lorenzo Anugrah Mahardhika - Bisnis.com 13 Desember 2019  |  16:14 WIB
BKPM Mulai Benahi Penghambat Investasi Rp700 Triliun
Kepala BKPM Bahlil Lahadalia

Bisnis.com, JAKARTA - Permasalahan investasi yang mandek sebesar Rp700 triliun mulai dibenahi satu per satu oleh Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM).

Terakhir, pihaknya bersama dengan Kejaksaan Agung membantu merealisasikan investasi PT Lotte Chemical Indonesia yang sejak 2016 terhambat masalah lahan dengan PT Krakatau Steel (Persero) Tbk. dan PT Krakatau Industrial Estate Cilegon.

"Total investasi yang akan masuk dari proyek ini sebesar US$4,2 miliar," kata Bahlil saat ditemui di Kantor BKPM pada Jumat (13/12/2019).

Berdasarkan perhitungan Bisnis.com, total investasi PT Lotte Chemical Indonesia akan bernilai sebesar Rp58, 7 triliun bila dirupiahkan.

Bahlil menuturkan masalah investasi PT Lotte Chemical Indonesia merupakan salah satu dari 24 proyek investasi bernilai Rp700 triliun yang realisasinya terhambat. Ia mengatakan mandeknya investasi disebabkan oleh sejumlah hal seperti perizinan lahan, birokrasi yang berlarut-larut, hingga urusan di kementerian teknis.

Bahlil menuturkan, realisasi investasi PT Lotte Chemical Indonesia merupakan salah satu pekerjaan prioritasnya setelah menjabat sebagai Kepala BKPM. Masalah ini, katanya, telah rampung sebelum dirinya dan Presiden Joko Widodo bertolak ke Korea Selatan menghadiri KTT Asean.

Menurut rencana, proyek PT Lotte Chemical Indonesia di Cilegon, Banten akan mulai groundbreaking pada Januari 2020.

Ia mengatakan, pola kerja BKPM yang terbaru tidak hanya berbicara tentang keuntungan berinvestasi di Indonesia saja. Pihaknya akan membantu sebaik mungkin agar realisasi investasi cepat tercapai.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
investasi

Editor : Achmad Aris
KOMENTAR


Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top