Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group
Petani memindahkan kelapa sawit hasil panen ke atas truk di Kabupaten Sukabumi, Jawa Barat, Rabu (4/4/2018). - JIBI/Rachman
Premium

Tantangan Menggapai Cita-cita Biodiesel

11 Desember 2019 | 17:41 WIB
Cita-cita tinggi pemerintah untuk mengembangkan dan memperluas pemanfaatan bahan bakar nabati tersandung lambannya realisasi program Peremajaan Sawit Rakyat (PSR).

Bisnis.com, JAKARTA — Sejumlah kendala teknis disebut menjadi penghambat cita-cita pemerintah dalam mengimplementasikan program Peremajaan Sawit Rakyat. Padahal, program ini berhubungan erat dengan program biodiesel.

Ketua Umum Dewan Pimpinan Pusat Asosiasi Petani Kelapa Sawit Indonesia (Apkasindo) Gulat Manurung menyebutkan rendahnya capaian program Peremajaan Sawit Rakyat (PSR) tak lepas dari kendala yang bersifat teknis. Meski demikian, dia mengaku capaian peremajaan meningkat signifikan sejak pemerintah merevisi syarat pengajuan dari 14 poin menjadi hanya 8 poin.

Salah satu kendala tersebut adalah mengenai legalitas lahan perkebunan. Sebagian besar perkebunan rakyat yang memerlukan peremajaan merupakan area yang terindikasi kawasan hutan.

“Petani ini 76 persen di kawasan hutan. Sebenarnya, syarat utama di luar kawasan hutan. Nyatanya petani-petani ini memiliki kebun di kawasan terindikasi hutan yang tak lagi berhutan sudah berpuluh-puluh tahun,” ujarnya kepada Bisnis, Selasa (10/12/2019).

Dua orang petani meninjau perkebunan sawit milik mereka yang sudah berumur tua untuk mengikuti program 'replanting' di Desa Kota Tengah, Dolok Masihul, Serdang Bedagai, Sumatera Utara, Senin (27/11/2017)./ANTARA FOTO-Septianda Perdana

Silakan masuk/daftar untuk melanjutkan membaca Konten Premium

Dan nikmati GRATIS AKSES 8 artikel Konten Premium!

Masuk / Daftar

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top