Gairahkan Industri Daur Ulang, Kemenperin Usulkan Pengurangan Pajak

Insentif itu bakal mengurangi biaya produksi dan selanjutnya dapat meningkatkan daya saing produk daur ulang.
Oktaviano DB Hana
Oktaviano DB Hana - Bisnis.com 04 Desember 2019  |  15:31 WIB
Gairahkan Industri Daur Ulang, Kemenperin Usulkan Pengurangan Pajak
Botol daur ulang-ilustrasi - phys.org

Bisnis.com, JAKARTA - Kementerian Perindustrian menyatakan telah mengusulkan sejumah insentif untuk mendukung industri daur ulang.

Sekretaris Jenderal Kemenperin Achmad Sigit Dwiwahjono menjelaskan pihaknya mengusulkan agar bahan baku daur ulang yang berasal dari pemulung dan pengumpul mendapatkan pengurangan atau bahkan penghapusan pajak pertambahan nilai (PPN). Insentif itu dinilai bakal mengurangi biaya produksi dan selanjutnya bakal meningkatkan daya saing produk daur ulang.

"Untuk menjamin kontinuitas bahan baku tersebut, Kemenperin sudah mengusulkan beberapa insentif. Salah satunya untuk mengurangi atau menghapuskan PPN," ujarnya kepada Bisnis, Rabu (4/12/2019).

Sigit mengatakan Kemenperin selalu mendukung pembangunan industri berwawasan lingkungan baik dalam setiap investasi baru maupun perluasaannya. Dukungan itu termasuk diberikan kepada industri daur ulang, mulai dari daur ulang plastik, kertas, skrap besi, hingga kaca.

Menurutnya, sektor tersebut memainkan peranan penting lantaran membantu pemerintah untuk mengatasi permasalahan sampah. Kendati mengolah bahan yang sudah tidak terpakai lagi, industri daur ulang masih harus memenuhi standar-standar lingkungan yang ditentukan dengan berbagai peraturan yang ada.

Dia berharap ke depan manajemen pengumpulan bahan baku industri daur ulang itu semakin baik sehingga bisa meningkatkan produktivitasnya.

"Manajemen pengumpulan bahan-bahan yang sudah tidak terpakai tersebut yang digunakan sebagai bahan baku industri daur ulang sangatlah penting untuk menjamin kontinuitas bahan baku industri ini," ujarnya.

Kinerja industri daur ulang plastik dinilai kian tertekan seiring penurunan harga bahan baku atau raw material daur ulang sepanjang 2019.

 

Ketua Umum Asosiasi Daur Ulang Plastik Indonesia (ADUPI) Christine Halim menjelaskan harga polyethylene terephthalate (PET) daur ulang pada tahun ini menurun dari US$900 per ton menjadi US$700 dollar per ton.

Di sisi lain, jelasnya, harga bahan baku orisinal atau virgin material tidak berbeda jauh. Pada periode yang sama, harga PET virgin material turun dari US$1.100 per ton menjadi US$800 per ton.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
daur ulang

Editor : Galih Kurniawan
KOMENTAR


Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top