Konvensi Nasional Perhumas Usung Semangat Kearifan Lokal

Perhimpunan Hubungan Masyarakat Indonesia (Perhumas) menggelar Konvensi Nasional Humas (KNH) 2019 yang mengusung tema Humas 2020: Kearifan Lokal, Solusi Global (Local Wisdom, Global Solutions).
Rezha Hadyan
Rezha Hadyan - Bisnis.com 04 Desember 2019  |  18:38 WIB
Konvensi Nasional Perhumas Usung Semangat Kearifan Lokal
Ketua Perhumas Periode 2017-2020 Agung Laksamana. - Istimewa

Bisnis.com, JAKARTA - Perhimpunan Hubungan Masyarakat Indonesia (Perhumas) menggelar Konvensi Nasional Humas (KNH) 2019 yang mengusung tema Humas 2020: Kearifan Lokal, Solusi Global (Local Wisdom, Global Solutions).

Konvensi nasional tahunan ke-20 yang akan digelardi Hotel Sahid Yogyakarta pada 18—19 Desember 2019 ini diharapkan dapat menghasilkan rekomendasi dalam mencetak sumber daya manusia (SDM) yang kompeten dan terampil di era digital society 5.0 yang sejalan dengan Visi Presiden JokoWidodo untuk mewujudkan "SDM Unggul, Indonesia Maju".

Ketua Umum Badan Pengurus Pusat (BPP) Perhumas, Agung Laksamana menyebut peran SDM humas dalam mensosialisasikan keunggulan yang dimiliki Indonesia kepada dunia sangat vital untuk membantu pemerintah mencapai target tersebut.

Dia menjelaskan berkembang pesatnya media digital dan teknologi kecerdasan buatan atau artificial intelligence (Al), hiruk pikuk informasi serta ketidakpastian hoaks dan informasi palsu semakin menambah kompleksitas peran-fungsi profesi humas saat ini.

Di sisi lain, Indonesia memiliki keistimewaan dengan beragamnya kearifan lokal yang dapat menjadi nilai tambah dalam penciptaan solusi kreatif bidang komunikasi.

Pemilihan kota Yogyakarta dalam KNH 2019, lanjut Agung, sangat tepat dan istimewa. Yogyakarta yang kaya akan kearifan budaya akan memberikan perspektif bagi para praktisi Humas agar tetap memiliki dan mencari perspektif lokal budaya masing-masing sebagai solusi kreatif dalam menghadapi era globalisasi dan disrupsi saat ini.

"KNH 2019 di Yogyakarta ingin menitikberatkan peran fungsi Humas dalam mencari berbagai kearifan dan kekayaan budaya Indonesia yang bisa memberi inspirasi bagi strategi maupun solusi kreatif kehumasan dan komunikasi," kata Agung dalam konferensi pers yang digelar di Jakarta, pada Rabu (4/12/2019).

Aswad Ishak, selaku Ketua Pelaksana KNH 2019 menambahkan, melalui KNH 2019 di Yogyakarta diharapkan dapat memberikan memberikan kesadaran bagi praktisi humas, khususnya tentang pentingnya memasukkan nilai-nilai lokal dalam setiap penyusunan dan pengembangan program. "Insan humas Indonesia akan dapat memiliki ciri khas yang unik dengan mengangkat kearifan lokal yang lebih kontekstual dengan stakeholder dan sesuai problematika yang dihadapi di masyarakat. Hal ini dapat memberikan penguatan posisi dan peran humas dalam menjalankan fungsinya secara strategis dan taktis," katanya.

Sri Sultan Hamengkubuwono X dijadwalkan akan membuka konvensi nasional humas yang akan dihadiri oleh praktisi humas baik dari korporasi, pemerintah, akademisi dan mahasiswa ilmu Komunikasi. Sebelumnya, Sultan menyambut baik agenda KNH 2019 dan mengajak masyarakat Yogyakarta untuk ikut mendukung gerakan yang sedang digaungkan Perhumas, yaitu #IndonesiaBicaraBaik. "Yogyakarta akan menjadi tuan rumah yang baik dan siap menyambut seluruh praktisi humas dari seluruh Indonesia untuk hadir dan berdiskusi akan pentingnya kearifan lokal dapat memberi inspirasi serta solusi dalam persoalan-persoalan global," ungkapnya.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
perhumas

Editor : Wike Dita Herlinda
KOMENTAR


Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top