Sri Mulyani: Korupsi Musuh dalam Selimut, bisa Runtuhkan Bangsa

Sikap integritas wajib dimiliki oleh seluruh aparat sipil pelayan masyarakat untuk menghilangkan tindakan-tindakan korupsi.
Lorenzo Anugrah Mahardhika
Lorenzo Anugrah Mahardhika - Bisnis.com 03 Desember 2019  |  14:15 WIB
Sri Mulyani: Korupsi Musuh dalam Selimut, bisa Runtuhkan Bangsa
Menteri Keuangan Sri Mulyani memberi paparan dalam konferensi pers APBN Kita di Jakarta, Selasa (19/3/2019). - Bisnis/Felix Jody Kinarwan

Bisnis.com, JAKARTA - Sikap integritas wajib dimiliki oleh seluruh aparat sipil pelayan masyarakat untuk menghilangkan tindakan-tindakan korupsi.

Hal tersebut diungkapkan oleh Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati saat menyampaikan pidato kunci Peringatan Hari Anti Korupsi Sedunia di Kantor Pusat Direktorat Jenderal Pajak, Jakarta pada Selasa (3/12/2019).

Sri Mulyani menyampaikan, korupsi merupakan musuh yang sangat nyata yang hadir pada seluruh sisi kehidupan, termasuk pemerintahan. Tindakan ini adalah salah satu tantangan terberat yang berpotensi menghancurkan suatu negara.

"Tidak perlu musuh dari luar, musuh dari dalam diri kita sendiri biasanya sangat efektif untuk meruntuhkan bangsa," jelasnya.

Ia mencontohkan dampak buruk korupsi terhadap sebuah bangsa dengan banyaknya negara gagal (failed states) yang ada di dunia. Menurutnya, negara-negara gagal tersebut hancur karena kurangnya integritas baik dari pemerintah maupun masyarakatnya.

Untuk itu, Sri Mulyani mengingatkan kepada seluruh jajaran aparat Kementerian Keuangan untuk memiliki integritas yang tinggi. Sikap integritas dinilai merupakan modal utama untuk mencegah menjamurnya tindak korupsi di lingkungan instansi.

"Jangan sampai integritas anda bisa diperjualbelikan. Karena integritas kita sebagai pelayan masyarakat juga sama dengan kehormatan anda," tuturnya.

Lebih lanjut, ia mengatakan perjuangan melawan korupsi juga tidak akan pernah selesai. Sejak kemunculan Instruksi Presiden (Inpres) No. 5 Tahun 2004 Tentang Percepatan Pemberantasan Korupsi, seluruh instansi pemerintah, termasuk Kementerian Keuangan terus melakukan inovasi-inovasi dalam birokrasi untuk menutup ruang korupsi.

Seiring dengan kemajuan reformasi birokrasi yang dilakukan, ia mengatakan oknum yang tidak bertanggung jawab akan semakin cerdas mencari celah dan akal-akalan untuk menguntungkan dirinya sendiri.

"Jangan sampai tercipta ilusi bahwa kita sudah memiliki Inpres dan berkomitmen untuk memberantas korupsi maka tindakan itu akan hilang. Pemberantasan korupsi ibarat bermain game, kita akan terus menerus diuji dengan lawan yang seimbang," pungkasnya.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
korupsi, sri mulyani

Editor : Sutarno
KOMENTAR


Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top