Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Pertumbuhan Ekonomi Indonesia 2020 Diperkirakan Hanya 4,8 Persen

Direktur Riset Indef Berly Martawardaya mengatakan bahwa ekspor pada tahun depan masih berpotensi untuk terus menurun, sedangkan investasi tidak akan mengalami peningkatan signifikan sebagaimana tren pascapemilu.
Muhamad Wildan
Muhamad Wildan - Bisnis.com 26 November 2019  |  16:23 WIB
Pemandangan deretan gedung bertingkat di ibu kota terlihat dari kawasan Tanah Abang, Jakarta, Selasa (5/11/2019). Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat laju pertumbuhan ekonomi pada kuartal III 2019 tumbuh sebesar 5,02 persen secara tahunan, capaian tersebut lebih rendah dari kuartal II 2019 yang mencapai 5,05 persen. - ANTARA FOTO/Galih Pradipta
Pemandangan deretan gedung bertingkat di ibu kota terlihat dari kawasan Tanah Abang, Jakarta, Selasa (5/11/2019). Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat laju pertumbuhan ekonomi pada kuartal III 2019 tumbuh sebesar 5,02 persen secara tahunan, capaian tersebut lebih rendah dari kuartal II 2019 yang mencapai 5,05 persen. - ANTARA FOTO/Galih Pradipta

Bisnis.com, JAKARTA - Institute for Development of Economics and Finance (Indef) memproyeksikan perekonomian Indonesia pada 2020 pada angka 4,8%.

Hal ini diakibatkan oleh masih banyaknya tantangan yang perlu dihadapi oleh Indonesia baik pada level global maupun domestik.

Direktur Riset Indef Berly Martawardaya mengatakan bahwa ekspor pada tahun depan masih berpotensi untuk terus menurun, sedangkan investasi tidak akan mengalami peningkatan signifikan sebagaimana tren pascapemilu.

"Oleh karena masalah perang dagang dan geopolitik sepertinya akan sulit untuk Indonesia meningkatkan investasi pada tahun depan," ujar Berly, Selasa (26/11/2019).

Untuk konsumsi rumah tangga, Berly mengatakan bahwa pihaknya masih memperkirakan komponen tersebut tumbuh stabil. Hal yang sama juga berlaku pada konsumsi pemerintah dimana APBN untuk tahun depan masih belum ekspansif sehingga tidak akan tampak tumbuh signifikan dalam PDB.

Oleh karena ekspor dan investasi yang cenderung belum bisa diandalkan pada tahun depan, Berly menilai konsumsi rumah tangga dan konsumsi pemerintah perlu mengambil peran besar untuk menyokong pertumbuhan ekonomi Indonesia ke depan.

Lebih lanjut, baik APBN maupun APBN harus memberikan stimulus terhadap konsumsi rumah tangga.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

pertumbuhan ekonomi indonesia
Editor : Achmad Aris
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top