Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Ekonom Waspadai Transisi Masif di Sektor Energi

Sejumlah ekonom memprediksi akan terjadi transisi masif di sektor energi. Hal itu ditandai dengan adanya kondisi yang serba tidak pasti di negara berkembang dan maju.
Media Digital
Media Digital - Bisnis.com 21 November 2019  |  08:55 WIB

Bisnis.com, JAKARTA – Sejumlah ekonom memprediksi akan terjadi transisi masif di sektor energi. Hal itu ditandai dengan adanya kondisi yang serba tidak pasti di negara berkembang dan maju.

“Industri energi saat ini semakin tidak terprediksi baik untuk negara berkembang secara ekonomi maupun yang mapan. Ketidakpastian sekarang 2,5 kali lebih tinggi dalam hal kebijakan, ekonomi, geopolitik, teknologi, dan masa depan energi,” kata Senior Director BCG Center for Energy Impact, Jamie Webster dalam Pertamina-BCG Economist Forum 2019 di Jakarta, Selasa (19/11).

Webster mengatakan bahwa dengan tingkat ketidakpastian yang tinggi, maka para pelaku di sektor energi juga harus bersiap untuk beberapa hal. Pertama, persiapkan diri untuk menghadapi perubahan yang tidak terprediksi.

Kedua, bersiap bahwa harga bisa naik turun tanpa bisa diprediksi. Ketiga, persiapkan perusahaan untuk bisa mengikuti perubahan secara konstan dan berkomitmen untuk investasi di teknologi baru. Keempat, bersiap bahwa akan ada transisi energi yang cukup besar.

Pertamina-BCG Economist Forum 2019 merupakan rangkaian dari Pertamina Energy Forum sebagai forum energi terbesar di Indonesia yang akan dilaksanakan pada 26—27 November 2019 di Hotel Raffles Jakarta.

SVP Corporate Strategic Planning & Development Pertamina Daniel S. Purba mengatakan bahwa melalui kegiatan tersebut Pertamina melaksanakan Focus Group Discussion (FGD) dengan sejumlah ekonom dari 15 institusi ekonomi yang ada di dalam negeri untuk melihat sejauh mana perkembangan energi secara global dan relevansinya dengan Indonesia.

“Sebagai pelaku di sektor energi, Pertamina terus mengamati perkembangan yang terjadi di bidang ekonomi dan energi baik secara global, regional, maupun nasional. Kami sangat berkepentingan untuk mengetahui apa yang terjadi,” katanya.

Sementara itu, VP Corporate Communication Pertamina Fajriyah Usman mengatakan bahwa Pertamina Energy Forum pekan depan akan menghadirkan 18 narasumber yang merupakan para ahli di bidangnya baik dari dalam negeri maupun luar negeri.

“Para narasumber tersebut akan mengisi  lima panel besar yang dilaksanakan selama 2 hari. Mereka akan memaparkan perkembangan terbaru dari industrinya masing-masing, dan pengaruhnya terhadap sektor energi di Indonesia,” ujarnya.

Beberapa narasumber yang akan hadir dalam Pertamina Energy Forum adalah Managing Director Upstream  IHS Markit Nick Sharma, Managing Director of BYD Malaysia/Indonesia Eagle Zhao, Country Director Google Cloud Indonesia Megawaty Khie, Chief Operating Officer GOJEK Hans Patuwo, dan Sandeep Biswas dari AT Kearney.

“Mereka adalah top rank di bidangnya, dan kami mengundang para stakeholder di bidang energi untuk berdiskusi aktif dalam Pertamina Energy Forum 2019,” ucapnya.

Pertamina Energy Forum 2019 terbuka untuk dihadiri oleh umum dengan melakukan pendaftaran melalui aplikasi yang dapat diunduh melalui Google Play maupun Apps Store. Untuk informasi selengkapnya, calon peserta dapat mengetahuinya melalui tautan www.pertamina.com/pef2019.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

pertamina
Editor : Media Digital
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top