Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group
8nov/bisnis/grafik/rokok/tri/utomo
Premium

REGULASI ROKOK: Peta Jalan Penuh Nestapa...

08 November 2019 | 20:05 WIB
Peneliti Demografi Universitas Indonesia (UI) Abdillah Hasan mengungkapkan bahwa pekerjaan rumah terbesar pemerintah adalah melakukan peningkatan cukai dan harga rokok untuk mengurangi konsumsi rokok.

Indonesia dinilai masih belum serius mengatasi pengendalian konsumsi rokok. Bahkan, rencana pengendalian pun belum tertuang dalam regulasi yang sistematis.

Hingga saat ini, pemerintah melalui beberapa kementerian tak kompak untuk menetaskan peta jalan (roadmap) pengendalian tembakau yang komprehensif. Tidak adanya aturan yang komprehensif dan peta jalan bagi industri rokok menjadi cela bagi industri rokok agar mengepul lebih tebal.

Peneliti Demografi Universitas Indonesia (UI) Abdillah Hasan mengungkapkan bahwa pekerjaan rumah terbesar pemerintah adalah melakukan peningkatan cukai dan harga rokok untuk mengurangi konsumsi rokok. Namun, pemerintah sering kali luput dari memperhatikan jarak harga rokok.

Dengan adanya penaikan tarif cukai, maka jarak harga rokok yang semakin lebar dan menimbulkan ancaman beralihnya konsumsi rokok dari rokok mahal ke rokok murah. Abdillah mengatakan bahwa pemerintah seharusnya mengurangi selisih antara harga rokok mahal dan murah.

“Kenaikan cukai berpotensi untuk mengurangi konsumsi rokok. Namun pemerintah harus mengurangi selisih antara rokok mahal dan murah agar perokok tidak bisa beralih ke rokok murah,” ungkapnya kepada Bisnis, Jumat (1/11/2019).

Untuk mengendalikan konsumsi rokok, kata Abdillah, hal yang diperlukan adalah peningkatan tarif cukai dengan harga yang konsisten dan signifikan, melarang iklan rokok sepenuhnya dan seluruhnya, memberlakukan kemasan polos di bungkus rokok dan memperluas pemberlakuan kebijakan kawasan tanpa rokok yang efektif.

Silakan masuk/daftar untuk melanjutkan membaca Konten Premium

Dan nikmati GRATIS AKSES 8 artikel Konten Premium!

Masuk / Daftar

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top