Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Rural Development and Food Security Forum 2019 Sorot Kondisi Ekonomi di Perdesaan

Kawasan perdesaan menjadi kunci bagi perbaikan ekonomi.
Anggi Oktarinda
Anggi Oktarinda - Bisnis.com 28 Oktober 2019  |  08:52 WIB
(Dari kiri ke kanan) Akademisi dari Ashoka University India Mekhala Krishbamurthy, Sekretaris Departemen Pertanian Filipina William Dar, Direktur Jenderal International Food Policy Research Institute Washington D.C Shenggen Fan, Chief of Rural Development and Food Security (Agriculture), Thematic Group, Sustainable Development and Climate Change Department ADB Akmal Siddiq, dan moderator dalam Rural Development and Food Security Forum 2019 di Manila, Filipina, Senin (28/10/2019). - Bisnis/Anggi Oktarinda
(Dari kiri ke kanan) Akademisi dari Ashoka University India Mekhala Krishbamurthy, Sekretaris Departemen Pertanian Filipina William Dar, Direktur Jenderal International Food Policy Research Institute Washington D.C Shenggen Fan, Chief of Rural Development and Food Security (Agriculture), Thematic Group, Sustainable Development and Climate Change Department ADB Akmal Siddiq, dan moderator dalam Rural Development and Food Security Forum 2019 di Manila, Filipina, Senin (28/10/2019). - Bisnis/Anggi Oktarinda

Bisnis.com, MANILA -- Pertumbuhan kawasan perdesaan dinilai menjadi kunci bagi perbaikan kondisi ekonomi masyarakat di kawasan Asia dan Pasifik.

Asian Development Bank (ADB) akan menggelar Forum Ketahanan Pangan dan Pembangunan Pedesaan atau Rural Development and Food Security Forum 2019 di Manila, Filipina pada Senin (28/10/2019). Tema yang diangkat yakni "Perubahan Transformatif untuk Kemakmuran Perdesaan dan Pangan Bergizi".

Sebanyak 400 partisipan dari sejumlah negara di kawasan Asia dan Pasifik berkumpul untuk berbagi tren terkini, strategi, dan inovasi untuk mendorong pertumbuhan perdesaan dan ketahanan pangan.

Di antara sejumlah persoalan yang akan dibahas adalah tentang krisis pangan, malnutrisi, dan kebijakan serta teknologi.

Khusus tentang krisis pangan, hasil yang diharapkan yakni mengubah wajah pertanian dari bisnis yang tidak menguntungkan menjadi bisnis yang menguntungkan. Perubahan itu dapat dicapai antara lain melalui pendapatan yang layak bagi petani dan para pekerja di sektor pertanian serta memperkuat rantai nilai agrikultur.

Sementara itu, malnutrisi menjadi kekhawatiran karena hingga kini masih banyak terjadi dan membawa dampak signifikan di negara-negara Asia dan Pasifik. Persoalan malnutrisi dan keamanan produk makanan juga menjadi tantangan untuk mencapai Strategi ADB 2030 dan komitmen terhadap Sustainable Development Goals (SDG).

Oleh karena itu, kebijakan transformatif dan teknologi untuk kemakmuran perdesaan diharapkan dapat menjadi solusi untuk mendorong kawasan perdesaan agar lebih modern dalam hal pertanian dan menjadi fokus pertumbuhan ekonomi.


Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

Pertumbuhan Ekonomi desa
Editor : Annisa Margrit
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top