Genjot Perikanan Budi Daya, KKP Incar Peningkatan Produksi Baramundi

Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) menargetkan produksi baramundi/kakap putih sekitar 600.000 ton yang sebagian besarnya akan diekspor ke sejumlah negara.
Desyinta Nuraini
Desyinta Nuraini - Bisnis.com 21 Oktober 2019  |  18:26 WIB
Genjot Perikanan Budi Daya, KKP Incar Peningkatan Produksi Baramundi
Foto udara kawasan tambak ikan bandeng di Kecamatan Palibelo, Kabupaten Bima, NTB, Selasa (9 - 6).Antara/Ahmad Subaidi

Bisnis.com, JAKARTA — Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) menargetkan produksi baramundi/kakap putih sekitar 600.000 ton yang sebagian besarnya akan diekspor ke sejumlah negara.

Direktur Jenderal Perikanan Budidaya Slamet Soebjakto mengatakan sebanyak 70%-80% dari produksi tersebut akan diekspor ke sejumlah negara, tak terkecuali Norwegia. Dengan adanya sentuhan Norwegia melalui Recirculating Aquaculture System (RAS), diprediksi setiap tahun akan ada tambahan 2.500 ton baramundi. 

Selain itu, KKP juga mengundang investor Norwegia untuk mengeksplorasi peluang investasi dalam pengembangan pusat perikanan dan kelautan terpadu di wilayah perbatasan terluar yang terdiri dari 12 lokasi strategis di seluruh Indonesia. Lokasi tersebut berada di Natuna, Saumlaki, Merauke, Mentawai, Nunukan, Talaud, Morotai, Biak Numfor, Mimika, Rote Ndao, Sumba Timur, dan Sabang. 

Adapun pendekatan dilakukan berdasarkan prinsip-prinsip integrasi, efisiensi, kualitas dan percepatan tinggi dengan melibatkan para pemangku kepentingan, antarlembaga, pusat dan lokal pemerintah, serta negara lain mendukung.

Tak hanya dengan Norwegia, KKP ingin meningkatkan kerja sama budi daya perikanan dengan negara lain. Untuk tahun depan, pihaknya akan fokus meningkatkan budi daya udang, rumput laut, dan ikan laut lainnya. "Kita tawarkan ke mereka untuk investasi," kata Slamet.

Dia menjelaskan berdasarkan RPJMN 2019–2020, pengembangan udang dengan sistem kluster menjadi salah satu prioritas dan sudah mendapatkan dukungan penuh dari Kantor Staf Presiden. Pemerintah juga akan fokus pada kebijakan dan regulasi investasi sehingga investasi akan lebih mudah.

Berdasarkan data KKP, investasi di bidang perikanan budi daya menunjukkan peningkatan yang cukup signifikan. Pada 2016, investasi di sektor ini hanya Rp304 miliar. Pada 2017, naik menjadi Rp869 miliar.

Realisasi investasi sempat turun ke angka Rp635 pada 2018. Namun, hingga Oktober 2019, investasi pada sektor ini sudah menyentuh angka Rp893 miliar.

Slamet menyebut regulasi akan dibenahi untuk mendatangkan investasi, termasuk penataan dan pembenahan ruang laut untuk penggunaan perikanan budi daya.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
perikanan, kkp

Editor : Lucky Leonard
KOMENTAR


Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top