Penjualan e-Smart Meningkat, Kemenperin Pacu Transformasi Digital IKM

Kementerian Perindustrian terus mendorong pelaku industri kecil dan menengah (IKM) untuk memanfaatkan layanan digital seiring dengan peningkatan penjualan produk dari program e-Smart IKM.
Oktaviano DB Hana
Oktaviano DB Hana - Bisnis.com 10 Oktober 2019  |  14:31 WIB
Penjualan e-Smart Meningkat, Kemenperin Pacu Transformasi Digital IKM
Direktur Jenderal IKM Kemenperin Gati Wibawaningsih /JIBI/BISNIS - Nicholas Nuriman Jayabuana

Bisnis.com, JAKARTA - Kementerian Perindustrian terus mendorong pelaku industri kecil dan menengah (IKM) untuk memanfaatkan layanan digital seiring dengan peningkatan penjualan produk dari program e-Smart IKM.

Direktur Jenderal (Dirjen) Industri Kecil, Menegah dan Aneka (IKMA) Kemenperin, Gati Wibawaningsih mengatakan pihaknya terus mendorong pelaku IKM agar bertransformasi dengan sarana digital sebab sejalan dengan 10 program prioritas nasional yang terdapat di dalam peta jalan Making Indonesia 4.0.

Guna merealisasikannya, Kemenperin menggelar workshop e-Smart IKM. Kegiatan tersebut juga menjadi upaya pemerintah dalam membangun sistem database IKM yang diintegrasikan melalui beberapa marketplace yang sudah ada di Indonesia.

Gati mengatakan total peserta workshop e-Smart IKM pada 2017 -2019 sudah mencapai 10.038 peserta. Dari sisi penjualan dari program e-Smart IKM, industri logam tercatat merealisasikan pemasaran paling signifikan, yakni sebesar 39,95%.

Sektor makanan dan minuman menyusul dengan penjualan melalui platrform digital sebesar 36,14%.

"Memang dua sektor industri ini lebih besar dibanding industri-industri lainnya,” kata Gati dalam keterangan resmi, Kamis (10/10/2019).

Dia mengatakan berdasarkan data dari lembaga riset asal Inggris, pertumbuhan e-commerce Indonesia pada 2018 mencapai 78%. Menurutnya, pemanfaatan sarana tersebut menjadi pilihan tepat bagi IKM di Tanah Air, baik untuk menjual maupun mempromosikan produknya.

Melalui e-Smart IKM, katanya, Kemenperin melakukan cara pendekatan yang berbeda dalam upaya pengembangan IKM nasional. Sejak dicanangkan program tersebut pada 2017, pemerintah melakukan pembinaan IKM yang dimulai dari pasar.

Dengan demikian IKM tersebut mengetahui barang yang sedang laris atau diminati pasaran. “Dengan pendekatan seperti ini, diharapkan IKM mampu terus berkembang karena membuat produk yang sesuai dengan kebutuhan pasar saat ini,” ujarnya.

Gati mengatakan untuk mendorong transformasi IKM tersebut, pihaknya membangun penguatan ekositem digital IKM melalui konektivitas dan ketersediaan informasi pada platform SIIKMA.

Menurutnya, informasi-informasi mengenai IKM dapat diunggah langsung ke SIIKMA. Platform tersebut sekaligus menjadi wadah diskusi bagi sesama plaku IKM. 

Forum tersebut diperkirakan dapat menjadi wadah sosialisasi bagi 1.221 IKM, yang 168 di antaranya sudah mendaftar dan sudah melengkapi informasi perusahaannya.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
kemenperin, ikm

Editor : Galih Kurniawan

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top