Cari berita
Bisnis.com

Konten Premium

Bisnis Plus bisnismuda Koran Bisnis Indonesia tokotbisnis Epaper Bisnis Indonesia Konten Interaktif Bisnis Indonesia Group Bisnis Grafik bisnis tv

Belanja Kesehatan Pemerintah Tak Berdampak pada Perbaikan Kesehatan Masyarakat

Dalam Diskusi Panel yang diadakan Bisnis Indonesia dengan tajuk Urgensi Optimalisasi Manajemen Pengelolaan Obat dan Vaksin Terkait Efisiensi Anggaran hari ini, Selasa (8/10/2019), ekonom kesehatan dari Universitas Pajajaran (Unpad) Auliya A. Suwantika memaparkan bahwa belanja kesehatan per kapita tidak memiliki korelasi dengan angka harapan hidup di suatu negara.
Muhamad Wildan
Muhamad Wildan - Bisnis.com 08 Oktober 2019  |  17:01 WIB
Belanja Kesehatan Pemerintah Tak Berdampak pada Perbaikan Kesehatan Masyarakat
Bagikan

Bisnis.com, JAKARTA - Besaran belanja kesehatan pemerintah dinilai tidak memiliki dampak terhadap perbaikan kesehatan masyarakat alias tidak memiliki korelasi dengan perbaikan angka harapan hidup.

Dalam Diskusi Panel yang diadakan Bisnis Indonesia dengan tajuk Urgensi Optimalisasi Manajemen Pengelolaan Obat dan Vaksin Terkait Efisiensi Anggaran hari ini, Selasa (8/10/2019), ekonom kesehatan dari Universitas Pajajaran (Unpad) Auliya A. Suwantika memaparkan bahwa belanja kesehatan per kapita tidak memiliki korelasi dengan angka harapan hidup di suatu negara.

"Fenomena ini tidak hanya terjadi di negara berpenghasilan tinggi tetapi juga di negara berpenghasilan menengah," ujar Auliya.

Hal ini timbul karena 20% hingga 40% dari belanja kesehatan yang dilaksanakan oleh pemerintah merupakan pemborosan dan tidak memiliki dampak pada perbaikan kesehatan masyarakat.

Mengutip dari laporan World Health Organization (WHO) pada 2010, pemborosan ini timbul karena adanya duplikasi pelayanan, pelayanan yang tidak layak, serta pelayanan kesehatan yang tidak cost-effective.

Akibat hal tersebut, pasien pun tidak mendapatkan pelayanan kesehatan yang semestinya.

Terdapat layanan kesehatan yang bisa didapatkan oleh pasien dengan biaya yang lebih sedikit. Auliya menuturkan bahwa sesungguhnya ada bentuk layanan yang lebih optimal tetapi memang sengaja tidak diambil oleh penyedia layanan kesehatan.

Selanjutnya, ada pemborosan dalam aspek administratif pelayanan kesehatan dan juga adanya fraud yang pada akhirnya memakan biaya dan mengurangi standar pelayanan yang seharusnya didapatkan oleh pasien.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

kesehatan
Editor : Achmad Aris
Bagikan

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Lainnya

Berita Terkini

Terpopuler

Banner E-paper
back to top To top