Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Buruh Tolak Kenaikan BPJS Kesehatan, Jokowi Belum Pastikan

Meski ada penolakan dari serikat buruh, Presiden Joko Widodo kemungkinan tetap akan menaikkan iuran BPJS Kesehatan pada tahun depan sesuai rencana awal.
Amanda Kusumawardhani
Amanda Kusumawardhani - Bisnis.com 30 September 2019  |  15:17 WIB
Presiden Joko Widodo menyampaikan keterangan bersama Said Iqbal (kanan) dari Konfederasi Serikat Pekerja Indonesia dan Andi Gani Nuwa Wea dari Konfederasi Serikat Pekerja Seluruh Indonesia (kiri) usai melakukan pertemuan di Istana Bogor, Bogor, Jawa Barat, Senin (30/9/2019). - Bisnis/Yodie Hardiyan
Presiden Joko Widodo menyampaikan keterangan bersama Said Iqbal (kanan) dari Konfederasi Serikat Pekerja Indonesia dan Andi Gani Nuwa Wea dari Konfederasi Serikat Pekerja Seluruh Indonesia (kiri) usai melakukan pertemuan di Istana Bogor, Bogor, Jawa Barat, Senin (30/9/2019). - Bisnis/Yodie Hardiyan

Bisnis.com, BOGOR--Meski ada penolakan dari serikat buruh, Presiden Joko Widodo kemungkinan tetap akan menaikkan iuran BPJS Kesehatan pada tahun depan sesuai rencana awal.

Presiden Jokowi sendiri menerima kunjungan Presiden Konfederasi Serikat Pekerja Seluruh Indonesia (KSPSI) Andi Gani dan Presiden Konfederasi Serikat Pekerja Indonesia (KSPI) Said Iqbal di Istana Bogor, Senin (30/9/2019).

Adapun, pertemuan tersebut membahas mengenai revisi Undang-undang No. 13 Tahun 2003 tentang Ketenagakerjaan, kenaikan premi BPJS Kesehatan, hingga dukungan kepada pemerintahan Jokowi.

"[Menolak kenaikan BPJS Kesehatan] itu juga usulan. Kita pertimbangkanlah karena memang kita harus berhitung harus berkalkulasi nanti kalau apa. Kenaikan BPJS tidak kita lakukan yg terjadi juga defisit besar di BPJS. Semuanya dihitung, semuanya dikalkulasi," katanya.

Seperti diketahui, pemerintah bakal menaikkan iuran BPJS Kesehatan untuk Peserta Bukan Penerima Upah (PBPU)/Peserta Mandiri mulai tahun depan. Jika dirinci, kelas 3 naik dari Rp25.500 menjadi Rp42.000, kelas 2 naik dari Rp51.000 menjadi Rp110.000, dan kelas 1 menjadi Rp160.000 dari Rp80.000.

Sebelumnya, Presiden Konfederasi Serikat Pekerja Seluruh Indonesia (KSPSI) Andi Gani meminta Jokowi meninjau ulang kenaikan iuran BPJS kesehatan di kelas III karena berpengaruh kepada buruh dan rakyat. 

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

bpjs kesehatan buruh
Editor : Rustam Agus
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.
0 Komentar

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top