Konsep Hunian Coliving Bakal Makin Dilirik Pengembang

Tingginya minat pasar khususnya dari generasi milenial terhadap hunian berkonsep coliving atau berbagi ruang hidup membuat beberapa pengembang mulai melirik konsep tersebut.
Fitri Sartina Dewi
Fitri Sartina Dewi - Bisnis.com 19 September 2019  |  19:37 WIB
Konsep Hunian Coliving Bakal Makin Dilirik Pengembang
Ilustrasi penghuni coliving - Istimewa

Bisnis.com, JAKARTA – Tingginya minat pasar khususnya dari generasi milenial terhadap hunian berkonsep coliving atau berbagi ruang hidup membuat beberapa pengembang mulai melirik konsep tersebut.

Senior Associate Director Colliers International Indonesia Ferry Salanto mengatakan konsep hunian coliving memang mulai berkembang di Indonesia, tetapi hingga saat ini belum banyak jumlah pengembang yang mengadopsi konsep baru tersebut.

“Trennya memang sudah mulai muncul, tetapi belum gencar seperti di luar negeri,” ujarnya kepada Bisnis pada Kamis (19/9/2019).

Ferry mengatakan alasan beberapa pengembang sudah mulai mengadopsi konsep tersebut karena mengikuti perkembangan tren gaya hidup konsumen saat ini yang lebih menyukai konsep ekonomi berbagi.

Dengan adanya konsep ekonomi berbagi, imbuhnya, tidak hanya ruang kerja, dan layanan transportasi saja yang berbagi, hunian pun bisa berbagi. Ferry memprediksi konsep coliving bakal semakin dilirik para pengembang karena potensi pasarnya yang sangat menjanjikan.

“Populasi penduduk di Indonesia tengah didominasi generasi milenial. Jadi, untuk mengikuti tren yang ada sepertinya tren coliving bakal semakin marak ke depannya,” ucapnya.

Lebih lanjut, Ferry mengungkapkan model hunian coliving digemari kalangan milenial karena konsep tersebut menawarkan solusi yang murah dan lebih terjangkau.

Selain itu, hunian coliving mengadopsi bentuk hunian yang modern, dan para penghuninya bisa saling berbagi ruang dan fasilitas. Tidak hanya itu, para penghuninya juga bisa saling tergabung dalam komunitas tertentu sesuai dengan minatnya masing-masing.

Tidak hanya pengembang, Ferry mengatakan operator ruang kerja bersama atau coworking companies juga belakangan ini mulai melirik peluang bisnis properti yang menghadirkan hunian coliving.

“Operator coworking sudah cukup memiliki pengalaman dalam pengelolaan ruang kerja bersama, sehingga lebih mudah bagi mereka untuk masuk menggarap konsep hunian coliving,” ujarnya.

Salah satu perusahaan penyedia ruang kerja bersama (coworking space) yang telah mulai berekspansi untuk merambah bisnis hunian coliving ialah Cohive. Operator coworking space tersebut menghadirkan produk coliving pertamanya yaitu Tower Crest West Vista di Jakarta Barat.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
properti

Editor : M. Syahran W. Lubis

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top