Lima Penerbangan di Palembang Ditunda Akibat Kabut Asap

Lima penerbangan dari dan ke Bandara Sultan Mahmud Badaruddin (SMB) II Palembang, Sumatra Selatan, terpaksa ditunda (delay) lantaran jarak pandang rendah akibat kabut asap.
Dinda Wulandari
Dinda Wulandari - Bisnis.com 13 September 2019  |  14:31 WIB
Lima Penerbangan di Palembang Ditunda Akibat Kabut Asap
Petugas Manggala Agni Daops Banyuasin, Sumatra Selatan, berusaha memadamkan kebakaran lahan di Desa Kayu Areh, Kertapati Palembang, Minggu (18/8/2019). - Antara/Ahmad Rizki Prabu

Bisnis.com, PALEMBANG – Lima penerbangan dari dan ke Bandara Sultan Mahmud Badaruddin (SMB) II Palembang, Sumatra Selatan, terpaksa ditunda (delay) lantaran jarak pandang rendah akibat kabut asap.

Berdasarkan data Badan Meteorologi, Geofisika, dan Klimatologi (BMKG) jarak pandang terendah mencapai 300 meter pada pukul 06.00 WIB, Jumat (13/9/2019). Sementara diketahui, penerbangan memerlukan jarak pandang ideal berkisar 800 meter hingga 1 kilometer.

Plt General Manager PT Angkasa Pura II (Persero) Bandara SMB II Palembang, Indra Crisna Seputra, mengatakan penundaan jadwal keberangkatan dan jadwal kedatangan ini sebagai upaya antisipasi risiko yang bisa saja terjadi jika nantinya dipaksakan.

“Ada tiga jadwal kedatangan dari Bandara Internasional Soekarno-Hatta Cengkareng menuju SMB II dan dua jadwal keberangkatan dari Bandara SMB II Palembang menuju Cengkareng dan Bandara Depati Amir Pangkal Pinang,” paparnya.

Adapun jadwal penerbangan yang delay diantaranya maskapai Garuda Indonesia 100 dari Cengkareng-Palembang seharusnya berangkat pada pukul 06.45 WIB, namun baru bisa diberangkatkan pada 08.55 WIB.

Penundaan tersebut berpengaruh pada penerbangan selajutnya di mana penerbangan selanjutnya, yakni GA 102 dari Cengkareng yang seharusnya berangkat pada pukul 08.45 WIB, namun karena kabut asap, pesawat baru diberangkatkan pada 09.18 WIB.

Sementara itu, Kasi Observasi dan Informasi BMKG Stasiun Meteorologi Bandara SMB II, Bambang Beny Setiadji mengatakan, angin permukaan yang tercatat di BMKG Stasiun Meteorologi SMB II Palembang umumnya dari tenggara dengan kecepatan 5-20 Knot (9-37 km/jam) mengakibatkan potensi masuknya asap akibat karhutla ke Palembang dan sekitarnya.

“Jarak pandang terendah pagi ini yang tercatat di Bandara SMB II Palembang 300-500 m dengan kelembapan 95% - 98% dengan keadaan cuaca kabut asap. Ini berdampak lima maskapai yang jadwal penerbangan delay,” jelasnya.

Sumber dari Lembaga Penerbangan dan Antariksa Nasional (Lapan) pada Jumat ini tercatat beberapa titik panas di wilayah sebelah selatan-tenggara Kota Palembang dengan tingkat kepercayaan di atas 80% yang berkontribusi asap ke wilayah Kota Palembang yakni pada kawasan SP Padang, Banyu Asin I, Pampangan, Tulung Selapan, Cengal, Pematang Panggang, Air Sugihan, Pedamaran dan Mesuji.

Dia menyebutkan intensitas kabut asap umumnya terjadi pada dini hari menjelang pagi hari (04.00-07.00 WIB) ini dikarenakan liabilitas udara yang stabil pada saat tersebut. Fenomena Kabut sendiri diindikasikan dengan kelembapan yang tinggi dengan partikel-partikel basah di udara.

Hal ini disebabkan kondisi langit pada malam hari tanpa awan mengakibatkan radiasi permukaan bumi lepas keluar atmosfer mengakibatkan suhu di permukaan relatif dingin yakni 22-23°C yang tercatat di Bandara SMB II.

Bambang menyebut kondisi ini akan terus berpotensi berlangsung dikarenakan berdasarkan model prakiraan cuaca BMKG tidak ada potensi hujan dalam rentang prakiraan 13-19 September 2019 di Sumsel.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
penerbangan, Karhutla

Editor : M. Syahran W. Lubis

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top