Kerek Daya Saing, Pupuk Indonesia Pacu Efisiensi

PT Pupuk Indonesia (Persero) berupaya memacu efisiensi guna meningkatkan daya saing produk di pasar global.
Oktaviano DB Hana
Oktaviano DB Hana - Bisnis.com 13 September 2019  |  21:54 WIB
Kerek Daya Saing, Pupuk Indonesia Pacu Efisiensi
ilustrasi. - ANTARA

Bisnis.com, JAKARTA – PT Pupuk Indonesia (Persero) berupaya memacu efisiensi guna meningkatkan daya saing produk di pasar global.

Kepala Komunikasi Korporat Pupuk Indonesia Wijaya mengatakan persaingan produk pupuk untuk pasar ekspor kian ketat. Apalagi, sejumlah negara terus meningkatkan kapasitas produksinya.

“Efisiensi memang harus agar bisa tetap bersaing,” ujarnya, Jumat (13/9/2019).

Salah satu upaya yang digalakan Pupuk Indonesia adalah menghemat konsumsi gas untuk sejumlah kegiatan di luar produksi inti. Pasalnya, gas menjadi bahan pokok yang cukup dominan dalam proses produksi pupuk.

Dia mencontohkan pengurangan penggunaan gas itu melalui substitusi bahan bakar untuk pembangkit listri dan steam.

“Untuk pembangit listrik dan untuk mesin uap atau steam itu kami gunakan batu bara. Sejauh ini sudah ada hasilnya [efisiensi dengan penurunan konsumsi gas],” ujarnya.

Wijaya mengatakan pihaknya juga berupaya melakukan revitalisasi pabrik. Dia menjelaskan upaya itu direalisasikan melalui pembangunan pabrik baru untuk menggantikan fasilitas yang sudah cukup berumur.

Menurutnya, Malaysia baru-baru ini menambah kapasitas produksi melalui pabrik baru dan terbukti lebih efisien. Untuk produksi 1 ton pupuk, katanya, gas yang dibutuhkan untuk produksi oleh pabrik yang sudah cukup lama beroperasi berkisar US$35 – US$40 per million british thermal unit (MMBTU).

Padahal, pabrik baru hanya membutuhkan sekitar US$26 - US$27 per MMBTU untuk produksi 1 ton pupuk. “Itu perbedaannya besar sekali [untuk biaya produksi].”

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
Pupuk Indonesia

Editor : Galih Kurniawan

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top