Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Ini Syarat Pertumbuhan Ekonomi Indonesia Bisa Tumbuh 5,2 Persen

Dilansir dari dokumen Perkembangan Ekonomi Indonesia dan Dunia Kuartal II/2019 dari Badan Perencanaan Pembangunan Nasional (Bappenas), target pertumbuhan ekonomi 5,2% masih bisa tercapai meski berada di bawah target awal pemerintah 5,3%.
Gloria Fransisca Katharina Lawi
Gloria Fransisca Katharina Lawi - Bisnis.com 11 September 2019  |  17:24 WIB
Presiden Joko Widodo (tengah kiri) menyampaikan arahan pada rapat terbatas tentang Pembangunan SDM untuk Akselerasi Pertumbuhan Ekonomi di Istana Bogor, Jawa Barat, Rabu (21/11/2018). - ANTARA/Puspa Perwitasari
Presiden Joko Widodo (tengah kiri) menyampaikan arahan pada rapat terbatas tentang Pembangunan SDM untuk Akselerasi Pertumbuhan Ekonomi di Istana Bogor, Jawa Barat, Rabu (21/11/2018). - ANTARA/Puspa Perwitasari

Bisnis.com, JAKARTA -- Badan Perencanaan Pembangunan Nasional (Bappenas) memproyeksikan tahun ini pertumbuhan ekonomi masih bisa mencapai 5,2% asalkan ada perbaikan kinerja investasi pada semester II/2019.

Dilansir dari dokumen Perkembangan Ekonomi Indonesia dan Dunia Kuartal II/2019 dari Badan Perencanaan Pembangunan Nasional (Bappenas), target pertumbuhan ekonomi 5,2% masih bisa tercapai meski berada di bawah target awal pemerintah 5,3%.

Bappenas menyebut proyeksi ini masih berada di rata-rata yang masih sama dengan sejumlah lembaga lain. Sebut saja proyeksi IMF atas Indonesia tumbuh 5,2% tahun ini, proyeksi World Bank menjadi 5,1%, OECD memproyeksikan 5,1%, ADB memproyeksikan 5,2%, JP Morgan memproyeksikan 5,2%, sedangkan data Bloomberg dari survei pasar mencapai 5,0%.

Perbaikan investasi disebut Bappenas menjadi harapan seiring dengan masih bagusnya indeks PMI dan berakhirnya ketidakpastian pascapemilu. Bappenas juga menyatakan meningkatnya pertumbuhan juga sangat tergantung dari dorongan sisi fiskal.

Oleh karena itu, Bappenas mengingatkan bahwa realisasi belanja yang tinggi, sedangkan penerima perpajakan cenderung melambat akan mendorong peningkatan defisit fiskal. Sejauh mana defisit fiskal juga kunci dorongan konsumsi dan investasi pemerintah. Apalagi, ekspor masih stagnan akibat kondisi ketidakpastian global dan harga komoditas yang tak terkerek naik.

Sementara itu dari sisi lapangan usaha, kunci mendorong pertumbuhan ekonomi sampai akhir tahun berpangku pada tiga sektor yakni; pertanian, pertambangan, dan penggalian, dan terakhir industri pengolahan.

Ketiganya juga hanya bisa mendongkrak pertumbuhan jika share terhadap PDB bisa mencapai 40%. Namun jika tidak ada perbaikan atas 3 sektor ini maka pertumbuhan ekonomi bisa meleset lebih rendah dari 5,2%.

Saat ini sektor yang masih terproyeksi tumbuh positif adalah jasa informasi dan komunikasi, jasa perusahaan, dan jasa kesehatan.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

Pertumbuhan Ekonomi
Editor : Achmad Aris
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.
0 Komentar

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!
qrcode bisnis indonesia logo epaper

Foto loadmore

BisnisRegional

To top