Industri Vape Minta Pemerintah Permudah Regulasi

Pelaku usaha vape berharap pemerintah bisa mendorong regulasi yang memberikan iklim investasi yang kondusif.
Oktaviano DB Hana
Oktaviano DB Hana - Bisnis.com 11 September 2019  |  14:05 WIB
Industri Vape Minta Pemerintah Permudah Regulasi
Pekerja menata botol berisi cairan rokok elektrik (vape) di Jakarta, Senin (1/10/2018). - ANTARA/Dhemas Reviyanto

Bisnis.com, JAKARTA – Pelaku usaha vape berharap pemerintah bisa mendorong regulasi yang memberikan iklim investasi yang kondusif.

Ketua Bidang Organisasi Asosiasi Personal Vaporizer Indonesia (APVI) Garindra Kartasasmita mengatakan saat ini pihaknya masih mengalami hambatan dari sejumlah regulasi yang berlaku. Salah satunya adalah Peraturan Menteri Perdagangan No.86/2017 tentang Ketentuan Impor Rokok Elektrik.

Menurutnya, permendag tersebut dalam status ditangguhkan, tetapi belum dicabut. Situasi itu, ujarnya, menimbulkan kerancuan di antara penegak hukum dengan importir vape.

“Oleh sebab itu, APVI berharap agar pelaku usaha vape bisa lebih dilindungi melalui regulasi yang tepat, sehingga dapat memberikan kepastian berusaha kepada kami produk alternatif tembakau,” kata Garindra kepada Bisnis, Rabu (11/9/2019).

Dia mengatakan APVI saat ini tengah berkonsentrasi untuk mengembangkan sektor ini agar berdampak positif bagi ekonomi negara. Dia berharap pemerintah, melalui sejumlah kementerian, bisa menjadi mitra yang baik dalam upaya itu.

“Kami mengapresiasi Kementerian Keuangan yang telah memberikan jalan kepada kami. Oleh sebab itu, kami sangat mengharapkan kerja sama yang baik juga dengan instansi lainnya seperti Kementrian Perdagangan dan Kementrian Perindustrian,” ujarnya.

Sebelumnya, Garindra mengatakan pihaknya juga berharap bisa mendapatkan insentif dari pemerintah lantaran menjadi alternatif produk tembakau.

Menurutnya, produk cairan vape memiliki risiko yang lebih rendah dan merupakan alternatif terbaik bagi para perokok tembakau konvensional. Peralihan perokok tembakau konvensional ke produk vape pun dinilai cukup signifikan sejauh ini.

“Tentunya kami pun berharap bisa mendapatkan insentif. Sebagai produk yang lebih rendah resiko,” ujarnya.

Garindra menjelaskan dalam jangka panjang peralihan itu dapat berpengaruh pada pemanfaatan anggaran kesehatan pemerintah. Dampak itu pun, jelas dia sudah nyata dalam lingkup terkecil, yakni keluarga.

“Di dalam lingkungan terkecil pun, sebuah keluarga sudah merasakan hemat yang cukup banyak di anggaran kesehatan keluarga kami, sejak kami berhenti merokok. Apalagi dalam tata kelola kenegaraan,” ujarnya.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
Industri Vape

Editor : Galih Kurniawan

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top