Kemenperin Dorong Serapan Pekerja Industri Kimia Hilir

Kementerian Perindustrian menyatakan bakal terus mendorong pengembangan industri kimia hilir nasional guna meningkatkan nilai tambah bahan baku dalam negeri dan menambah penyerapan tenaga kerja.
Oktaviano DB Hana
Oktaviano DB Hana - Bisnis.com 10 September 2019  |  15:41 WIB
Kemenperin Dorong Serapan Pekerja Industri Kimia Hilir
Pekerja beraktivitas di proyek pembangunan pabrik Polyethylene (PE) baru berkapasitas 400.000 ton per tahun di kompleks petrokimia terpadu PT Chandra Asri Petrochemical Tbk (CAP), Cilegon, Banten, Selasa, (18/6/2019). - Bisnis/Triawanda Tirta Aditya

Bisnis.com, JAKARTA – Kementerian Perindustrian menyatakan bakal terus mendorong pengembangan industri kimia hilir nasional guna meningkatkan nilai tambah bahan baku dalam negeri dan menambah penyerapan tenaga kerja.

Hal itu diungkapkan Plt. Direktur Jenderal Industri Kimia, Farmasi dan Tekstil (IKFT) Kementerian Perindustrian, Abdul Rochim pada pembukaan Pameran Produk Industri Kimia Hilir 2019 di Jakarta, Selasa (10/9/2019).

Dia menyatakan sektor tersebut berkontribusi signfikan terhadap perekonomian nasional. Badan Pusat Statistik mencatat pertumbuhan sektor industri barang kimia dan barang dari bahan kimia pada semester I/ 2019 yang mencapai 10,4%.

Realisasi itu melonjak drastis dibanding periode yang sama di tahun 2018, dengan kondisi -7.82%. Bahkan, Abdul mengatakan nilai PDB sektor tersebut pada paruh pertama tahun ini mencapai Rp91,7 triliun dan menyumbang sekitar 1,19% terhadap ekonomi nasional.

“Untuk itu, kami terus giat mendorong pengembangan industri kimia hilir nasional karena membawa manfaat bagi kemajuan bangsa Indonesia dan memacu pertumbuhan ekonomi kita,” katanya dalam keterangan resmi.

Rochim menegaskan pemerintah sedang fokus menumbuhkan industri kimia karena menjadi salah satu sektor prioritas berdasarkan peta jalan Making Indonesia 4.0. Hal ini guna semakin memperkuat dan memperdalam struktur manufaktur serta menciptakan industri yang terintegrasi dari hulu sampai hilir di Tanah Air.

“Oleh karenanya, kami ingin mewujudkan industri kimia hilir nasional yang berdaya saing global menuju era industri 4.0,” ujarnya. Apalagi, secara keseluruhan industri kimia hilir nasional saat ini dinilai telah mampu memenuhi kebutuhan untuk pasar domestik hingga 80%.”

Produk industri kimia hilir secara garis besar terbagi menjadi tiga, yaitu produk karet dan plastik serta produk farmasi, kosmetik dan obat tradisional. Berikutnya adalah produk kimia hilir lainnya yang mencakup produk pelumas, cat, kimia pembersih, alat pemadam api ringan, produk pewangi ruangan, adhesive, dan produk turunan kimia lainnya.

“Industri kimia hilir khususnya industri kimia pembersih, industri cat, dan industri alat pemadam api ringan (APAR) digolongkan ke dalam sektor industri barang kimia dan barang dari bahan kimia,” katanya.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
industri kimia

Editor : Galih Kurniawan

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top