Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Selain Efisien, Belanja Barang Perlu Beri Dampak Pada Ekonomi

Faisal berargumen bahwa belanja barang bisa memiliki multiplier effect yang besar pada perekonomian domestik apabila belanja barang diarahkan untuk membeli barang-barang dalam negeri.
Muhamad Wildan
Muhamad Wildan - Bisnis.com 10 September 2019  |  23:26 WIB
Direktur Eksekutif CORE Indonesia Mohammad Faisal. - JIBI/Felix Jody Kinarwan
Direktur Eksekutif CORE Indonesia Mohammad Faisal. - JIBI/Felix Jody Kinarwan

Bisnis.com, JAKARTA – Direktur Eksekutif Core Mohammad Faisal mengatakan bahwa belanja barang oleh pemerintah sebaiknya perlu mempertimbangkan efektifitas selain efisiensi.

Faisal berargumen bahwa belanja barang bisa memiliki multiplier effect yang besar pada perekonomian domestik apabila belanja barang diarahkan untuk membeli barang-barang dalam negeri.

"Sekarang yang belum banyak dilakukan oleh pemerintah itu adalah bagaimana belanja barang itu diarahkan untuk barang-barang dari dalam negeri, padahal government procurement ini dampaknya bisa sangat besar bagi perekonomian," ujar Faisal, Selasa (10/9/2019).

Faisal mengakui bahwa memang ada beberapa jenis barang yang memang masih belum bisa dipenuhi oleh industri dalam negeri.

Meski demikian, masih banyak jenis-jenis barang yang bisa diperoleh oleh pemerintah melalui pasar dalam negeri dan mengembangkan industri dalam negeri terutama UMKM.

"Bisa saja ongkos ke APBN lebih mahal tetapi dampak ekonominya bisa lebih baik. Itu yang saya pikir penting," ujar Faisal.

Dalam Rapat Panja Belanja bersama dengan Badan Anggaran (Banggar) DPR RI, ditemukan bahwa belanja barang kementerian dan lembaga (K/L) untuk tahun depan berada di angka Rp333,6 triliun, sama dengan outlook belanja barang tahun ini.

Untuk mencapai penghematan tersebut, pemerintah memangkas belanja-belanja yang tergolong tidak produktif seperti belanja perjalanan dinas, paket meeting, hingga honor kegiatan.

Selain itu, pemerintah juga mengefektifkan belanja pemeliharaan dengan memperhatikan penambahan aset pada tahun-tahun sebelumnya.

Lebih lanjut, belanja barang yang diserahkan kepada masyarakat dan pemerintah daerah juga dipertajam dengan. Hal ini termasuk juga pengembangan perumahan untuk masyarakat berpenghasilan rendah.

Terakhir, belanja barang yang memiliki karakteristik belanja modal juga terus ditingkatkan.

Untuk diketahui, per kuartal II/2019 konsumsi pemerintah tumbuh 8,23% (yoy). Adapun konsumsi pemerintah memiliki kontribusi terhadap pertumbuhan PDB sebesar 8,71%.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

apbn
Editor : M. Taufikul Basari
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.
0 Komentar

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top