Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

GMF AeroAsia Incar Dua Bandara AP I

PT Garuda Maintenance Facility (GMF) AeroAsia Tbk., perusahaan perawatan pesawat atau maintenance repair overhaul sedang menjajaki kerja sama dengan PT Angkasa Pura I (Persero) untuk memanfaatkan hanggar pada dua bandara yang dikelola.
Rio Sandy Pradana
Rio Sandy Pradana - Bisnis.com 01 September 2019  |  16:21 WIB
Plt. Direktur Utama GMF AeroAsia Tazar M. Kurniawan sedang menjawab pertanyaan wartawan - Bisnis/Rio Sandy Pradana
Plt. Direktur Utama GMF AeroAsia Tazar M. Kurniawan sedang menjawab pertanyaan wartawan - Bisnis/Rio Sandy Pradana

Bisnis.com, JAKARTA -- PT Garuda Maintenance Facility (GMF) AeroAsia Tbk., perusahaan perawatan pesawat atau maintenance repair overhaul sedang menjajaki kerja sama dengan PT Angkasa Pura I (Persero) untuk memanfaatkan hanggar pada dua bandara yang dikelola.

Direktur Utama GMF AeroAsia Tazar M. Kurniawan mengatakan hanggar yang sedang diincar pemanfaatannya adalah di Bandara I Gusti Ngurah Rai, Denpasar dan Bandara Sultan Aji Muhammad Sulaiman (SAMS) Sepinggan, Balikpapan. Nantinya, tambahan hanggar akan digunakan untuk ekspansi fasilitas line maintenance pesawat. 

"Kami sedang melakukan negosiasi dengan operator bandara nasional untuk kerja sama pemanfaatan hanggar. Saat ini ada di Denpasar dan Balikpapan," kata Tazar, Minggu (1/9/2019).

Tazar menjelaskan hanggar di Denpasar bisa digunakan untuk menampung dua line perawatan. Sementara, hanggar di Balikpapan hanya 1 line, tetapi sanggup memuat satu unit pesawat berlorong ganda (twin aisle) atau tiga unit pesawat berlorong tunggal (single aisle).

Tazar menambahkan fasilitas line maintenance yang dimiliki saat ini terdapat di Cengkareng sebanyak 21 line dan di Merpati Maintenance Facility sebanyak dua line. Adapun yang akan datang di Indopelita sebanyak dua line dan di Batam Aero Technic (BAT) sebanyak delapan line.

Khusus di BAT, lanjutnya, jumlah line masih bisa dikembangkan lebih dari delapan tergantung penyesuaian tata letak. Namun jumlah line yang disebutkan sebelumnya sudah dapat dipastikan.

Penambahan line tersebut berhubungan dengan upaya emiten berkode GMFI ini untuk meningkatkan kontribusi pelanggan asing terhadap pendapatan.

Kontribusi pelanggan asing pada Semester I/2019 sebanyak 21 persen dari total pendapatan, sementara tahun sebelumnya pada periode yang sama hanya 19 persen.

Tazar menuturkan pendapatan perusahaan pada Semester I/2019 adalah US$246,3 juta. Jumlah tersebut naik 10,3 persen dari realisasi semester I/2018 yakni US$223,3 juta.

"Makanya ini yang harus kita genjot. Saat ini [fasilitas line] yang sudah ready hanya di Cengkareng, jadi harus mencari tempat lain," ujarnya.

Secara terpisah, Sekretaris Perusahaan GMF AeroAsia Fidiarta Andika menuturkan pembahasan negosiasi dengan AP I belum final. Kendati demikian, hubungan GMFI dengan pengelola bandara wilayah tengah dan Timur Indonesia itu nantinya akan menjadi mitra bisnis, bukan antara penyewa dan pemberi sewa. 

"Dua tempat itu [Denpasar dan Balikpapan], ini kami manfaatkan kapasitas yang ada untuk melakukan general maintenance. Khusus Denpasar, akan banyak maskapai asing yang singgah di sana," kata Andika.

Maskapai asing yang sudah memercayakan perawatan pesawatnya pada GMF adalah Indigo, Oman Air, Korean Air, Jeju Air, Eastar Jet, Cebu Pasific, dan Vietjet.

Selain itu, ada beberapa dari Eropa seperti Air Atlanta dan KLM.


Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

gmf aeroasia
Editor : Saeno

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!
qrcode bisnis indonesia logo epaper

BisnisRegional

To top