Proyek Shortcut Mengwitani Ditargetkan Rampung Akhir Tahun

Menteri PUPR Basuki Hadimuljono mengatakan, pembangunan shortcut Mengwitani-Singaraja diklaim sudah hampir selesai dengan realisasi pengerjaan diatas 74%.
MediaDigital
MediaDigital - Bisnis.com 01 September 2019  |  16:32 WIB

Bisnis.com, Buleleng— Menteri PUPR Basuki Hadimuljono mengatakan, pembangunan shortcut Mengwitani-Singaraja diklaim sudah hampir selesai dengan realisasi pengerjaan diatas 74%.

Saat ini Kementerian PUPR melalui Balai Besar Pelaksanaan Jalan Nasional (BBPJN) VIII tengah menyelesaikan pembangunan shortcut di 4 lokasi yakni shortcut 3,4,5 dan 6 dengan jalan pintas yang digarap sekitar empat kilometer dengan rincian untuk shortcut lima dan enam sepanjang 1,9 kilometer nilai proyek sekitar Rp.140 miliar dengan kontraktor PT. Adhi Karya dan PT. Cipta Strada (KSO).

Dalam proyek tersebut terdiri dari pembangunan jembatan sepanjang 210 meter dan jalan 1.740 meter.

Sementara untuk shortcut titik tiga sepanjang 476 meter senilai proyek Rp.12,1 miliar dengan kontraktor lokal PT. Aditia.

Dan yang terakhir shortcut titik empat dengan jalan yang digarap sepanjang 1,096 kilometer nilai proyek sekitar Rp.116 miliar dengan kontraktor PT. Nindya Karya.

Basuki menjelaskan, dalam pengerjaan jalan ini juga terdapat konstruksi dua jembatan yang berada disamping Danau Bratan.

Khusus jalan pintas lima dan enam, diharapkan bisa mengurangi kelokan dari 15 kelokan menjadi 5 kelokan.

Tanjakan curam dengan kemiringan 10 hingga15 derajat, serta titik menurun menjadi 6 derajat sehingga bakal lebih nyaman saat dilalui oleh kendaraan.

"Mudah-mudahan dengan shortcut ini bisa lebih lancar kedepan. kita upayakan selesai pada November mendatang," ujarnya saat mengunjungi proyek shortcut di titik lima dan enam yang berlokasi di Kabupaten Buleleng, Minggu, (1/9/2019).

Kata dia, proyek shortcut ini juga diharapkan rampung menjadi 10 titik dari usulan dari bupati Buleleng.

Bahkan dalam pengerjaan proyek shortcut tahap kedua yang akan digarap pada tahun 2020 mendatang di prediksi akan mengalami penghematan anggaran sekitar Rp337 miliar atau efisien sekitar 40% dari target.

Ini terjadi setelah dilakukan penilaian ulang terhadap metode pengerjaan melalui konsep value engineering.

Menurut dia, anggaran yang diusulkan dalam proyek shortcut ini sebelumnya bernilai Rp.550 miliar.

Dia menegaskan, meskipun nantinya dilakukan value engineering, proyek shortcut tersebut sesuai dengan spesifikasi.

Selain itu, fungsi value engineering ini bisa mempertimbangkan dampak lingkungan.

Oleh sebab itu, dirinya berharap, dalam pembangunan jalan pintas ini juga dibangun sudut pandang (poin of view) pemandangan alam, sehingga nantinya area ini juga bisa dijadikan tempat destinasi wisata baru bagi para pengguna jalan.


“Oleh karenanya akan dibangun area pandang agar orang dapat menikmati pemandangan Bali yang indah ini. Jalan dan jembatan juga akan dilengkapi dengan ornamen budaya lokal sehingga bernilai seni yang indah," tuturnya.

Tak hanya efisiensi dalam anggaran, menurutnya value engineering nantinya bisa efisien dalam pengerjaannya.

Nantinya, jalur lama diharapkan tetap digunakan seperti biasa. Artinya bisa dijadikan one way bagi pengguna jalan.

Bupati Buleleng Putu Agus Suradnyana mengapresiasi pembangunan jalan pintas ini, karena hal ini karena bisa mengurangi kesenjangan ekonomi antara Bali selatan dan Bali utara.

Dia mengatakan, dengan jalan shortcut ini jarak tempuh antara Buleleng dengan Denpasar bisa lebih efisien dalam segi waktu.

Dia mengatakan, prospek Buleleng sebagai daerah aksebilitas tinggi patut dipertimbangkan. Apalagi kami memiliki potensi pariwisata yang juga tak kalah bagus dengan wilayah lain.

"Tinggal bagaimana kedepan diatur bagaimana pengaturan lalu lintas di kawasan Bedugul yang juga memiliki intensitas ekonomi tinggi,"ujarnya.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
Kementerian PUPR

Editor : MediaDigital

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top