PT Pos Genjot Digitalisasi Layanan Segmen Menengah Bawah

PT Pos Indonesia akan terus mengenjot digitalisasi layanan sistem keuangan bagi masyarakat segmen menengah ke bawah ke depannya.
Hadijah Alaydrus
Hadijah Alaydrus - Bisnis.com 15 Agustus 2019  |  15:35 WIB
PT Pos Genjot Digitalisasi Layanan Segmen Menengah Bawah
Karyawan PT Pos Indonesia (Persero) memperlihatkan platform layanan transaksi keuangan Mobile Giropos - Bisnis/Rachman

Bisnis.com, BANDUNG--PT Pos Indonesia akan terus mengenjot digitalisasi layanan sistem keuangan bagi masyarakat segmen menengah ke bawah ke depannya.

Direktur Jaringan dan Layanan Keuangan PT Pos Indonesia Ihwan Sutardiyanta berharap upaya digitalisasi ini dapat memudahkan pelanggan dari masyarakat menegah ke bawah untuk menjangkau layanan perusahaan.

"Kami ingin memudahkan mereka, sekaligus mendorong transaksi mereka lebih banyak," tegas Ihwan di sela-sela acara pengumuman pemenang Ramadhan Bersama Pos & WU 2019, Kamis (15/08/2019).

Strategi lainnya, perusahaan akan fokus untuk mengembangkan layanan dagang-el khusus bagi UMKM. Ihwan mengatakan perusahaan berencana menjadi intermediary yang mengelola sistem pembayaran untuk transaksi dagang-el dari UMKM.

"Kami akan membantu settlement pembelian barang dari UMKM online," ujar Ihwan.

Produknya ini adalah giro pos mobile yang telah diluncurkan perusahaan awal tahun ini. Giro pos mobile merupakan platform digital berbasis rekening Giropos yang diberikan kepada pemilik rekening. Dengan akses ini, pelanggan atau nasabah Giropos dapat melakukan transaksi produk PT Pos Indonesia melalui giro pos mobile.

Tidak hanya itu, PT Pos Indonesia juga akan memberikan layanan cash on delivery (COD) bagi pelaku usaha tersebut. Menurut, Ihwan sistem layanan COD tersebut sangat diminati oleh pelanggan PT Pos Indonesia.

Ihwan memperkirakan investasi terkait dengan penguatan layanan digital akan menyedot dana kurang dari Rp50 miliar.

"Kita bertahap, artinya tidak lebih dari Rp50 miliar. Pada saat kita tumbuh, nanti kita perkuat lagi," ujar Ihwan.

Dia menambahkan perusahaan hanya melakukan inovasi terhadap produk-produk yang sudah ada dan menyesuaikan layanan digital tersebut dengan kebutuhan pelanggan. "Jadi kami bukan burning money, kami reinventing layanan sekarang dan dibuat model baru," tegasnya.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
pt pos indonesia

Editor : Ajijah

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top