Permintaan Produk Alas Kaki Bakal Meningkat

Asosiasi Persepatuan Indonesia memproyeksikan konsumsi sepatu per kapita pada 2023 akan naik menjadi 3 pasang dari posisi saat ini di level 2 pasang hingga 2,5 pasang.
Andi M. Arief
Andi M. Arief - Bisnis.com 13 Agustus 2019  |  10:06 WIB
Permintaan Produk Alas Kaki Bakal Meningkat
Alas Kaki - Antara

Bisnis.com, JAKARTA – Asosiasi Persepatuan Indonesia memproyeksikan konsumsi sepatu per kapita pada 2023 akan naik menjadi 3 pasang dari posisi saat ini di level 2 pasang hingga 2,5 pasang.

Kendati demikian, Direktur Eksekutif Asosiasi Persepatuan Indonesia Firman Bakrie menyatakan industri alas kaki lokal akan dapat memenuhi peningkatan permintaan tersebut lantaran proyeksi investasi ke depan sudah diselaraskan.

“Yang jelas, peningkatan pada kelas menegah dan menengah atas akan mendorong pertumbuhan konsumsi,” katanya kepada Bisnis belum lama ini.

Firman mengatakan pemangku kepentingan perlu membantu menghentikan impor alas kaki ilegal yang masuk agar produsen alas kaki berorientasi lokal dapat tumbuh. Selain itu, ada kemungkinan produsen alas kaki berorientasi ekspor juga akan melirik pasar lokal.

Menurutnya, pergeseran orientasi produsen alas kaki tidak bisa terjadi secara otomatis. “Kalau melihat pasar Amerika dan Eropa dengan harga pasar kita yang di kisaran Rp500.000—Rp1 juta tidak bisa otomatis [bergeser].”

Sementara itu, Asosiasi Pengusaha Indonesia (Apindo) menilai permintaan produk manufaktur di masa depan tidak bisa diharapkan untuk tumbuh setinggi era Generasi X. Namun, sektor manufaktur bisa ikut menikmati peningkatan jumlah kelas terebut dengan meningkatkan komponen inovasi produk.

Wakil Ketua Apino Shinta Widjaja Kamdani mengatakan perbedaan generasi konsumen pada masa depan menyebabkan permintaan produk manufaktur masa depan akan didasari oleh pengalaman yang akan didapatkan konsumen.

Shinta mengatakan, sektor manufaktur di masa mendatang harus memiliki biaya produksi dan rantai pasok yang efisien. Hal tersebut dilakukan untuk menghadapi pertumbuhan konsumsi yang lebih rendah dan stabil. Alhasil, kompetisi antara pelaku industri akan semakin ketat di pasar lokal dan global.

Shinta memperkirakan produk consumer goods dengan segmen kelas menengah atau menengah atas akan mengalami peningkatan permintaan antara lain garmen, alas kaki, kendaraan bermotor, households electronics, furnitur, serta makanan dan minuman.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
Industri Alas Kaki

Editor : Galih Kurniawan

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top