Guru Besar Cambridge University : Teknologi Digital Pacu Produktivitas Industri

Pelaku industri didorong untuk mengimplementasikan teknologi digital agar dapat memacu inovasi dan produktivitas.
Andi M. Arief
Andi M. Arief - Bisnis.com 12 Agustus 2019  |  15:52 WIB
Guru Besar Cambridge University : Teknologi Digital Pacu Produktivitas Industri
Para pembicara dalam seminar internasional bertajuk Structural Transformation through Manufacturing Sector Development for High and Sustainable Economic Growth, di Jakarta, Senin (12/8/2019). - Bank Indonesia

Bisnis.com, JAKARTA – Pelaku industri didorong untuk mengimplementasikan teknologi digital agar dapat memacu inovasi dan produktivitas.

Guru Besar Cambridge University Profesor Sir Mike Gregory mengatakan nilai nyata sebuah inovasi dapat didapatkan dari implementasi teknologi. Hal tersebut ditunjukkan oleh peningkatan produktivitas industri kecil dan menenah (IKM) di Korea Selatan sebesar 30% dari penggunaan sekitar 2.800 aplikasi digital.

Selain itu, penggunaan teknologi digital dapat meningkatkan produksi sebesar 30% pada industri lokal di Singapura dan 15%-20% bagi IKM di Singapura yang menggunakan teknologi digital. Selain meningkatkan produksi, penggunaan teknologi digital juga dapat menyerap tenaga kerja.

Gregory hadir sebagai salah satu pembicara seminar internasional yang diselenggarakan bersama oleh Bank Indonesia, Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian, dan Kementerian Perindustrian dengan tema Structural Transformation through Manufacturing Sector Development for High and Sustainable Economic Growth, di Jakarta, Senin (12/8/2019).

Dia memproyeksikan Jerman dapat menyerap tenaga kerja dengan implementasi teknologi digital hingga 390.000 tenaga kerja selama 2015—2025. Adapun, Spanyol dapat menyerap sampai 1,25 juta tenaga kerja hingga 2024.

Menurutnya, ada peluang investasi di seluruh sektor perekonomian di Indonesia. Pemangku kepentingan harus merespons peluang tersebut dengan menerbitkan kebijakan yang ditujukan kepada kegiatan penelitian, peningkatan keahlian, pembangunan infrastruktur, peningkatan kapasitas IKM, pengetatan keamanan, dan kesesuaian standar.

Dia menyarankan agar kebijakan yang diterbitkan juga berdasar kepada fakta lapangan dalam penerbitan kebijakan. Pemangku kepentingan, sebaiknya menganalisis munculnya teknologi-teknologi di sepanjang kegiatan perekonomian nasional.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
industri

Editor : Galih Kurniawan

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top