Perubahan Sistem Dorong Kinerja Ekspor Pertanian Indonesia

Kementerian Pertanian menyatakan keberhasilan dalam memacu ekspor pertanian tak lepas dari usaha mengubah sistem sehingga memudahkan pengurusan dokumen.
Iim Fathimah Timorria
Iim Fathimah Timorria - Bisnis.com 06 Agustus 2019  |  14:32 WIB
Perubahan Sistem Dorong Kinerja Ekspor Pertanian Indonesia
Petani memanen kopi arabika di Desa Mekarmanik, Kabupaten Bandung, Jawa Barat, Kamis (20/6/2019). - ANTARA/Raisan Al Farisi

Bisnis.com, JAKARTA Kementerian Pertanian menyatakan keberhasilan dalam memacu ekspor pertanian tak lepas dari usaha mengubah sistem sehingga memudahkan pengurusan dokumen.

Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman mengatakan pihaknya telah menerapkan pengurusan dokumen ekspor melalui online single submission (OSS) dan mengambil langkah cepat untuk mendorong ekspor produk pertanian dengan penggunaan sertifikat elektronik (e-Cert) serta menggunakan peta komoditas ekspor produk pertanian i-MACE (Indonesian Maps of Agricultural Commodities Export).

"Dulu pengurusan ekspor relatif sulit. Namun dengan OSS dan i-Mace yang diluncurkan badan karantina, potensi daerah yang memiliki komoditas berkualitas ekspor bisa dipetakan," tuturnya, Selasa (6/8/2019).

Perbaikan pelayanan ia sebut mendorong generasi muda untuk melakukan ekspor. Ia pun memastikan pihaknya bakal terjun langsung ke lapangan guna melakukan pengecekan dan memastikan penerapan e-Cert tidak disertai praktik pungutan liar.

"Kami yakin dengan sistem yang kita bangun sekarang, komoditas pertanian Indonesia semakin berkompetisi dengan negara-negara lain. Kalau ada yang main di kementerian, aku pecat. Tidak ada kompromi," ucapnya.

Kemudahan dalam proses ekspor ini pun diakui oleh Kudin Heldinata, eksportir kapas yang menyebutkan bahwa pengurusan dokumen ekspor komoditas relatif lebih mudah saat ini. Kemudahan ini diikuti pula dengan cepatnya komoditas ekspor sampai ke negara tujuan.

"Ini semua bisa terjadi karena ada perbaikan sistem. Sebelumnya mengurus dokumen ekspor sangat susah dan butuh waktu yang lama," ujarnya.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
pertanian, ekspor

Editor : Lucky Leonard

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top