JFC 2019: Okupansi Hotel di Jember Meningkat 100%

Tingkat hunian kamar atau okupansi hotel meningkat signifikan hingga mencapai 100% selama gelaran Jember Fashion Carnival (JFC) pada 1--4 Agustus 2019.
Yanita Petriella
Yanita Petriella - Bisnis.com 05 Agustus 2019  |  19:48 WIB
JFC 2019: Okupansi Hotel di Jember Meningkat 100%
Peserta dari delegasi DKI Jakarta mengikuti Wonderful Artchipelago Carnival Indonesia (WACI) dalam rangkaian Jember Fashion Carnaval di Jember, Jawa Timur, Sabtu (3/8/2019). WACI 2019 diikuti oleh delapan kontingen merupakan karnaval yang diikuti sejumlah kabupaten/kota, provinsi di Indonesia. /Antara - Seno.

Bisnis.com, JAKARTA -- Tingkat hunian kamar atau okupansi hotel meningkat signifikan hingga mencapai 100% selama gelaran Jember Fashion Carnival (JFC) pada 1--4 Agustus 2019.

Ketua Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI) kabupaten Jember Teguh Suprayitno mengatakan selama empat hari gelaran, okupansi hotel dan restoran mengalami peningkatan, begitu juga pusat oleh-oleh yang juga ramai diserbu pengunjung. Adapun peningkatan okupansi hotel mencapai 100% dibandingkan dengan hari biasanya. 

Hal ini menjadi bukti bahwa ajang itu membawa berkah buat para pengusaha hotel, restoran dan masyarakat yang ada di Kabupaten Jember Jawa Timur.

"Okupansi meningkat tajam hingga 100% dari hari biasanya. Ini ke depan harus dipertahankan bagaimana caranya agar dapat memperpanjang masa hunian bagi wisatawan yang datang," ujarnya dalam siaran pers, Senin (5/8/2019). 

Dia berharap pemerintah dapat mendorong diwujudkannya lebih banyak event seperti JFC sehingga masyarakat bisa merasakan dampak dari ajang tersebut.

"Selama ini, Jember kekurangan event, yang terbesar baru JFC. Kami berharap ada JFC lainnya di sini," kata Teguh. 

Ketua Tim Pelaksana Calendar of Event (CoE) Kemenpar Esthy Reko Astuty menuturkan pemerintah pusat akan selalu mendorong agar daerah membuat peluang-peluang event baru seperti JFC.

"Tidak mudah memang. Namun kesuksesan dari JFC yang sudah mendunia bisa menjadi semangat tersendiri," tuturnya. 

Saat ini JFC bahkan masuk dalam 10 besar CoE Kemenpar 2019 dan menjadi karnaval terbaik di Indonesia. Dia berharap prestasi ini nantinya juga menular ke daerah-daerah lain di Tanah Air.

"Sesuai dengan hasil perbincangan salah satu kurator CoE Taufik Razen dengan almarhum Dynan Fariz sebelum meninggal, ia berkeinginan agar JFC 2020 mengangkat tema khayangan yang menampilkan semacam dewa-dewi. Mudah-mudahan itu bisa direalisasikan tahun depan," ungkapnya.

Untuk Grand Carnival JFC 2019 jauh lebih meriah dibanding hari sebelumnya. Festival ini sangat dipadati pengunjung baik di barisan VIP maupun di luar pagar pembatas.

Dalam JFC ke-18 ini, tema yang diambil Tribal Grandeur atau Keagungan Suku-suku Bangsa JFC 2019 mengangkat suku bangsa yang ada di dunia dengan melibatkan lebih dari 6.000 peserta karnaval.

Delapan profil suku bangsa ditampilkan secara utuh dan lebih komplit. Ada Aztec dari Meksiko, Mongol dari Mongolia, Zulu dari Afrika Selatan, Viking dari Norwegia, Karen dari Thailand, Polynesia, serta Indonesia yang diwakili Suku Minahasa dari Sulawesi Utara dan Hudoq dari Kalimantan Timur.

JFC 2019 lebih spesial dari tahun-tahun sebelumnya karena kali ini diikuti pula oleh Anne Avantie. Desainer papan atas Indonesia yang akrab disapa Bunda Anne itu hadir memberikan suntikan semangat baru untuk JFC 2019. Ia bahkan membawa 25 karya yang diberinya tema 'Selalu di Hati'.

Selain itu JFC 2019 kali ini semakin spesial dengan penampilan memukau artis Go International Cinta Laura sebagai Duta JFC 2019 dengan kostum megahnya yang bertema Dayak. 

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
okupansi hotel

Editor : Wike Dita Herlinda

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top