Pada Kuartal II/2019, Produksi Manufaktur Besar dan Sedang Tumbuh 3,62 Persen

Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat pertumbuhan produksi industri manufaktur besar dan sedang kuartal II/2019 naik sebesar 3,62 persen (y-on-y) terhadap kuartal II/2018.
Achmad Aris
Achmad Aris - Bisnis.com 01 Agustus 2019  |  14:30 WIB
Pada Kuartal II/2019, Produksi Manufaktur Besar dan Sedang Tumbuh 3,62 Persen
Didirikan sejak 1985 di Jakarta, PT Sinar Harapan Plastik saat ini pemimpin pasar dalam manufaktur dan pengolahan produk SHP Mainan di Indonesia. Kami saat ini mampu memproduksi dan menjual hingga 600.000 unit mainan tunggang dalam waktu setahun. - Foto SHP Toys

Bisnis.com, JAKARTA -- Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat pertumbuhan produksi industri manufaktur besar dan sedang kuartal II/2019 naik sebesar 3,62 persen (y-on-y) terhadap kuartal II/2018.

Berdasarkan data BPS yang dirilis, Kamis (1/8/2019), kenaikan tersebut terutama disebabkan oleh naiknya produksi industri pakaian jadi, yaitu naik 25,79 persen. Sementara itu, industri yang mengalami penurunan produksi terbesar adalah industri barang logam, bukan mesin dan peralatannya, yaitu turun 21,46 persen.

Pertumbuhan produksi industri manufaktur besar dan sedang kuartal II/2019 turun sebesar 1,91 persen (q-to-q) terhadap kuartal  I/2019. Industri yang mengalami kenaikan produksi tertinggi adalah jasa reparasi dan pemasangan mesin dan peralatan, yaitu naik 9,55 persen.

Sementara itu, industri yang mengalami penurunan terbesar adalah industri barang logam, bukan mesin dan peralatannya, yaitu turun 17,44 persen.

Pertumbuhan produksi industri manufaktur besar dan sedang kuartal II-2019 (y-on-y) pada tingkat provinsi yang mengalami pertumbuhan tertinggi adalah Provinsi Nusa Tenggara Barat, yaitu naik 42,22 persen.

Sementara itu, provinsi yang mengalami penurunan pertumbuhan adalah Provinsi Maluku Utara, yaitu turun 58,50 persen.

Pertumbuhan produksi industri manufaktur besar dan sedang kuartal II/2019 (q-to-q) pada tingkat provinsi yang mengalami pertumbuhan tertinggi adalah Provinsi Nusa Tenggara Barat, yaitu naik 44,58 persen. Sementara itu, provinsi yang mengalami penurunan pertumbuhan adalah Provinsi Jambi, yaitu turun 14,24 persen.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
industri manufaktur

Editor : Achmad Aris

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top