TEKNOLOGI: Negara Berkembang Lihat Peluang, Negara Maju Anggap Ancaman

Negara-negara berkembang rupanya lebih memandang teknologi sebagai peluang, sementara negara maju lebih menagaggap teknologi sebagai ancaman dalam perekonomian global.
Yanita Petriella
Yanita Petriella - Bisnis.com 01 Agustus 2019  |  16:22 WIB
TEKNOLOGI: Negara Berkembang Lihat Peluang, Negara Maju Anggap Ancaman
Saat ini, Lautan Luas mewakili lebih dari 100 prinsipal internasional, mendistribusikan lebih dari 1.000 produk kimia, dan melayani lebih dari 2.000 pelanggan dari sektor industri di seluruh Indonesia dan kawasan Asia Pasifik. - Lautan Luas

Bisnis.com, JAKARTA — Negara-negara berkembang rupanya lebih memandang teknologi sebagai peluang, sementara negara maju lebih menagaggap teknologi sebagai ancaman dalam perekonomian global.

Hal itu terungkap dalam survei New Economy oleh Bloomberg yang dilakukan terhadap 2.000 pengusaha di 20 negara. Para responden diminta pendapatnya tentang apa yang akan terjadi pada masa depan ketika keseimbangan kekuatan global bergeser ke arah ekonomi baru.

Menurut hasil survei tersebut, para pengusaha dari negara berkembang dan maju memprediksi pada 2035, perekonomian global akan menghadapi beragam masalah, seperti peran teknologi, urbanisasi dan perubahan iklim.

“Patut dicatat bahwa negara berkembang lebih optimis daripada negara maju tentang kekuatan teknologi membentuk dunia yang lebih baik  pada  2035,” kata Andrew Browne, Direktur Editorial Bloomberg New Economy Forum dalam siaran pers, Kamis (1/8/2019).

Survei tersebut juga mengungkapkan mayoritas masyarakat Indonesia (64%) sangat setuju atau setuju bahwa pada 2035, China dan India akan melampaui Amerika Serikat. sebagai pusat inovasi teknologi dunia.

Persentase ini lebih tinggi dari 54% rata-rata global dan responden di negara maju (49%), termasuk AS yang sangat setuju atau setuju dengan prediksi bahwa China dan India akan melampaui AS di bidang teknologi.

Sementara itu, responden China lebih konservatif tentang prospek negaranya dan India melampaui AS di bidang teknologi, dengan hanya 40% yang sangat setuju atau setuju.

Tag : ekonomi digital
Editor : Wike Dita Herlinda

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top