Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

RPJMN 2024 : Pemerintah Incar Tax Ratio 13,5 Persen

Pemerintah mematok target ambisius tax ratio sebesar 13,5% pada 2024 guna menekan defisit transaksi berjalan.
Gloria Fransisca Katharina Lawi
Gloria Fransisca Katharina Lawi - Bisnis.com 30 Juli 2019  |  10:29 WIB
Sejumlah wajib pajak melakukan pelaporan SPT Pajak Tahunan di Kantor KPP Pratama Jakarta Kebayoran Baru I, Jakarta Selatan, Senin (1/4/2019). - ANTARA/Indrianto Eko Suwarso
Sejumlah wajib pajak melakukan pelaporan SPT Pajak Tahunan di Kantor KPP Pratama Jakarta Kebayoran Baru I, Jakarta Selatan, Senin (1/4/2019). - ANTARA/Indrianto Eko Suwarso

Bisnis.com, JAKARTA -- Pemerintah mematok target ambisius tax ratio sebesar 13,5% pada 2024 guna menekan defisit transaksi berjalan.

Deputi Bidang Ekonomi Badan Perencanaan Pembangunan Nasional (Bappenas) Bambang Prijambodo menyatakan bahwa gambaran fiskal pada Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional (RPJMN) 2020-2024 memiliki arah tax ratio moderat 13,5% dari PDB.

"Tax ratio dalam rancangan awal APBN 2020 menurut saya 10,6% sampai 11,2% PDB. Jadi naik 0,5," terang Bambang beberapa waktu lalu di Hotel Double Tree, dalam Konsultasi Pusat RPJMN 2020-2024.

Dia menyatakan, target ini dengan memasang asumsi kinerja defisit bisa dipertahankan. Dengan kenaikan tax ratio maka bisa mengurangi dan menjaga belanja negara. Termasuk belanja di kementerian/lembaga.

"Nantinya dengan demikian bisa mengurangi primary balance atau keseimbangan primer dan kita surplus. Serta mengurangi stok utang kita," ungkapnya.

Bambang menyebut upaya ini bertujuan membentuk gambaran fiskal yang sehat menjadi sumber pembiayaan negara. Selain itu juga menekan defisit.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

tax ratio
Editor : Achmad Aris
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top