Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Industri Kuliner Terkendala Pengajar dan Sertifikasi Juru Masak

Kendati memiliki potensi yang besar, industri kuliner Indonesia masih memiliki kendala dalam hal ketersediaan pengajar profesional untuk profesi juru masak.
Yustinus Andri DP
Yustinus Andri DP - Bisnis.com 25 Juli 2019  |  09:33 WIB
Pameran Food & Hotel Indonesia 2019 di JIExpo, Rabu (24/7/2019). - Yustinus Andri
Pameran Food & Hotel Indonesia 2019 di JIExpo, Rabu (24/7/2019). - Yustinus Andri

Bisnis.com, JAKARTA--Kendati memiliki potensi yang besar, industri kuliner Indonesia masih memiliki kendala dalam hal ketersediaan pengajar profesional untuk profesi juru masak.

Ketua Asosiasi Culinary Professional (ACP) Stefu Santosa mengatakan, minat masyarakat untuk menggeluti profesi juru masak saat ini sangat besar, seiring terus tumbuhnya industri kuliner nasional. Namun, demikian fenomena itu tidak diimbangi oleh perkembangan kualitas dan kuantitas tenaga pengajar.

“Dari segi kuantitas, Indonesia masih belum banyak memiliki tenaga pengajar chef yang punya jam terbang tinggi atau tersertifikassi. Di sisi lain, dari sisi kualitas, tenaga pengajar di dalam negeri  di SMK atau sekolah khusus tata boga basisnya masih teoretis. Sementara itu, untuk menjadi chef yang baik, mereka butuh skema pengajaran dalam bentuk praktik,” ujarnya kepada Bisnis.com, di sela-sela Opening Pameran Food & Hotel Indonesia 2019 di JIExpo, Rabu (24/7/2019).

Stefu menambahkan, hal itu menjadikan kualitas produk kuliner Indonesia kurang maksimal. Selain itu, pengembangan menu kuliner dalam negeri pun cenderung terbatas.

Hal itu, menurutnya, membuat banyak sekali calon juru masak memilih untuk bersekolah di luar negeri. Dia melanjutkan, apabila sekolah juru masak dengan kurikulum yang tepat guna tersedia di dalam negeri, bisa menjadi ceruk bisnis yang menjanjikan. 

Dia memperkirakan saat ini terdapat setidaknya 3.000 juru masak profesional yang tersebar di seluruh Indonesia. Jumlah itu masih berpeluang terus bertambah seiring meningkatnya jumlah gerai restoran dan tempat makan yang ada di Indonesia. 

Di sisi lain, dia juga menyoroti masih belum banyaknya lembaga sertifikasi juru masak di Indonesia. Menurutnya, lembaga sertifikasi tersebut penting untuk memberikan legitimasi dan perlindungan terhadap profesi juru masak profesional tersebut.

“Selain itu, lembaga sertifikasi juga penting untuk melindungi ragam kuliner dalam negeri kita. Supaya menu-menu khas kita, terutama yang dikembangkan juru masak Indonesia, tidak mudah dicuri idenya oleh negara lain,” ujarnya.

Senada, Ketua Umum Perkumpulan Chef Profesional Indonesia (PCPI) Bambang Nurianto mengatakan, kehadiran lembaga sertifikasi profesi juru masak dan menu makanan Indonesia sangat penting. 

Terlebih, lanjutnya, berdasarkan data Badan Ekonomi Kreatif (Bekraf) yang dihimpun bersama BPS mencatat, subsektor kuliner menyumbang hingga 41,69% dari total kontribusi sektor ekonomi kreatif Indonesia terhadap produk domestik bruto (PDB) pada 2017.

“Harapan kami lembaga sertifikasi untuk chef dan menu masakan Indonesia dapat segera dibentuk, untuk mendukung perkembangan iklim investasi dan industri kuliner di Indonesia,” ujarnya.

Ketua Tim Percepatan dan Pengembangan Wisata Kuliner dan Belanja Kementerian Pariwisata Vita Datau Messakh mengatakan pemerintah juga sedang menggencarkan program penambahan jumlah dan kualitas juru masak Tanah Air. 

“Di samping itu keluhan dari asosiasi tersebut akan menjadi masukkan bagi kami untuk mengembangkan bisnis kuliner Indonesia menjadi lebih baik. Sebab, keterampilan juru masak bisa menjadi daya tarik tambahan untuk pariwisata Indonesia di mata wisatawan asing maupun domestik,” katanya.  

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

kuliner
Editor : Wike Dita Herlinda
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top