Industri Semen Tunggu Momentum Kebangkitan

Pelaku industri semen berharap permintaan pada paruh kedua tahun ini akan kembali berakselerasi, setelah lesunya kinerja pada semester I/2019.
Andi M. Arief
Andi M. Arief - Bisnis.com 15 Juli 2019  |  10:22 WIB
Industri Semen Tunggu Momentum Kebangkitan
Truk mengangkut semen - Istimewa

Bisnis.com, JAKARTA – Pelaku industri semen berharap permintaan pada paruh kedua tahun ini akan kembali berakselerasi, setelah lesunya kinerja pada semester I/2019.

Industri berharap konsumsi nasional pada semester II/2019 akan meningkat sehingga berdampak pada serapan semen.

Direktur Human Resources PT Solusi Bangun Indonesia Tbk. Agung Wiharto mengatakan konsumsi semen pada tahun ini memang melambat.

Hal tersebut sejalan dengan survei Bank Indonesia yang menyatakan keinginan konsumen untuk membangun maupun membeli rumah selama 1 tahun ke depan menurun.

“Jadi, [kebutuhan semen untuk] perumahan belum bergairah. Selain itu, kebutuhan properti tidak sebanyak tahun sebelumnya dan infrastruktur banyak yang selesai,” ujarnya kepada Bisnis akhir pekan lalu.

Menurutnya, kebutuhan ritel untuk pembangunan rumah maupun properti menopang konsumsi semen hingga 70%, sedangkan selebihnya diserap oleh proyek-proyek pembangunan besar seperti infrastruktur.

Agung mengatakan pertumbuhan konsumsi dalam beberapa tahun terakhir memang ditopang oleh pertumbuhan konsumsi proyek infrastruktur. Pihaknya mencatat serapan semen untuk proyek infrastruktur mencapai 15% dari konsumsi nasional.

Kendati melambat, ujarnya, konsumsi semen di dalam negeri hampir selalu tumbuh kecuali pada 1998 dan 2016. Dia optimistis konsumsi semen pada akhir tahun ini dapat tumbuh 3%-4% menjadi sekitar 71,9 juta ton dari realisasi akhir tahun lalu 69,5 juta ton

Menurutnya, pertumbuhan tersebut akan ditopang oleh akselerasi konsumsi pada semester II/2019. Dia menilai pembentukan kabinet baru dan pengucuran dana infrastruktur akan menjadi pemicu konsumsi hingga akhir tahun.

Ketua Umum Asosiasi Semen Indonesia Widodo Santoso sebelumnya menyampaikan harus ada penambahan konsumsi sejumlah 40,1 juta ton pada semester II/2018. Dengan kata lain, harus ada penambahan konsumsi per bulan sebesar 1,82%  secara tahunan per bulan sebesar 6,7 juta ton. “Ini angka yang cukup besar.”

Namun, Widodo menyatakan setidaknya permintaan semen pada akhir tahun ini akan sama dengan tahun lalu. Maka dari itu, Widodo berharap permintaan sudah pulih pada Juli untuk mengejar target pertumbuhan konsumsi nasional pada akhir tahun maksimal 2% dari realisasi tahun lalu.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
semen

Editor : Galih Kurniawan

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top