Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Menaker Hanif Dhakiri Ajak Praktisi SDM Dukung Program Pemerintah

Kementerian Ketenagakerjaan mengajak para praktisi Sumber Daya Manusia mendukung progam pembangunan SDM yang menjadi prioritas pemerintah di tahun 2019.
Yanita Petriella
Yanita Petriella - Bisnis.com 06 Juli 2019  |  19:39 WIB
Menteri Ketenagakerjaan Hanif Dhakiri - JIBI/Felix Jody Kinarwan
Menteri Ketenagakerjaan Hanif Dhakiri - JIBI/Felix Jody Kinarwan

Bisnis.com, JAKARTA - Kementerian Ketenagakerjaan mengajak para praktisi Sumber Daya Manusia mendukung progam pembangunan SDM yang menjadi prioritas pemerintah di tahun 2019.

Menteri Ketenagakerjaan Hanif Dhakiri mengatakan para praktisi SDM yang memiliki tugas mengelola dan mengembangkan SDM dapat menjadi garda depan dalam mendukung pembangunan SDM di Indonesia. 

"Praktisi SDM memiliki tantangan yang cukup berat dalam tren perkembangannya saat ini. Salah satunya kemampuan praktisi SDM ini untuk terus mencetak tenaga profesional di Indonesia dengan jumlah yang banyak dan merata," ujar Hanif, Sabtu (6/7/2019). 

Hanif juga menyampaikan pentingnya peran praktisi SDM mengatasi problem missmatch ketenagakerjaan di Indonesia. Salah satunya, ujar Hanif, terkait dengan relevansi input SDM dan permintaan di pasar kerja.

Selain itu, pembangunan SDM harus menjadi tumpuan bangsa Indonesia untuk maju, berkembang, dan menjadi negara makmur dan berkeadilan. 

"Dalam pembangunan SDM kita juga mendorong agar investasi SDM menjadi kunci, agar Indonesia dapat berkembang dengan pesat dan mampu bersaing di tingkar global," kata Hanif.

Hanif memberikan apresiasi dan mendukung penuh GNIK yang telah menempatkan praktisinya ke daerah - daerah, terutama daerah yang perkembangan industrinya sedang berkembang. 

"Saya juga ingin mendorong kepada para praktisi ini agar memperhatikan kualitas SDM terutama di sektor pertanian atau agribisnis. Sehingga, ekonomi pedesaan dan keluarga bisa meningkat," ucap Hanif. 

Hanif menilai hal ini penting karena produktivitas di sektor pertanian masih rendah dibandingkan produktivitas di sektor lain seperti manufaktur.

Hanif juga menginginkan, agar dalam proses perekrutan tenaga kerja, dunia usaha  tidak hanya melihat dari sektor pendidikan formal, melainkan perlunya syarat kompetensi.

SDM dan dunia usaha harus berjalan secara berimbang dan saling mendukung. Apalagi di era yang berubah dengan sangat cepat seperti saat ini, SDM harus disiapkan secara matang untuk menghadapi perubahan.

"Inovasi sangat penting dilakukan oleh pekerja maupun pengusaha. Kita juga dorong partisipasi dunia usaha untuk menyiapkan SDM yang siap mengikuti perkembangan dan perubahan zaman," tutur Hanif.

Untuk diketahui, GNIK adalah organisasi dengan anggota para praktisi SDM di berbagai perusahaan di Indonesia.

"Saya berterima kasih kepada praktisi SDM yang bersedia mengambil peran tambahan menggenjot perbaikan kualitas SDM Indonesia melalui Gerakan Nasional Indonesia Kompeten. Saya harap gerakan ini mempunyai area director di berbagai daerah di seluruh Indonesia, sehingga gerakan kompeten ini bisa masif dilakukan," terang Hanif. 

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

sumber daya manusia menaker
Editor : Saeno
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.
0 Komentar

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top