Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Kebutuhan Bijih Nikel Capai 71,2 Juta Ton pada 2021

Kebutuhan bijih nikel untuk smelter pada 2021 diperkirakan mencapai 71,2 juta ton dengan asumsi seluruh smelter yang direncanakan terbangun tepat waktu.
Lucky Leonard
Lucky Leonard - Bisnis.com 04 Juli 2019  |  17:52 WIB
/Ilustrasi
/Ilustrasi

Bisnis.com, JAKARTA - Kebutuhan bijih nikel untuk smelter pada 2021 diperkirakan mencapai 71,2 juta ton dengan asumsi seluruh smelter yang direncanakan terbangun tepat waktu.

Sekretaris Jenderal Asosiasi Penambang Nikel Indonesia (APNI) Meidy Katrin Lengkey mengatakan pada 2021 akan ada 31 smelter nikel yang beroperasi. Smelter tersebut memiliki kapasitas produksi sebanyak 5,4 juta ton nikel yang telah diolah dalam berbagai produk antara.

"Sekarang memang masih jauh di bawah angka 70 juta ton, tapi yang jelas kebutuhannya pasti melonjak dalam waktu dekat," ujarnya, Kamis (4/7/2019).

Dia menilai saat seluruh smelter beroperasi, para penambang kembali memiliki posisi tawar yang bagus dalam negosiasi harga. Pasalnya, kebutuhan pasokan bijih nikel tersebut sudah lebih tinggi dari puncak produksi Indonesia pada 2013 sebanyak 62,36 juta ton.

"Kalau sudah over demand kan siapa dulu yang dapat. Tapi pertanyaannya apakah seluruh smelter tersebut benar-benar terealisasi itu yang kita masih belum tahu," katanya.

Adapun fasilitas ekspor mineral yang belum dimurnikan bisa dimanfaatkan oleh perusahaan tambang untuk mempercepat pembangunan smelternya. Namun, sebagian perusahaan masih mengalami kesulitan dan terpaksa dievaluasi kembali rekomendasi ekspornya oleh Kementerian ESDM.


Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

pertambangan Nikel
Editor : Bunga Citra Arum Nursyifani

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!
qrcode bisnis indonesia logo epaper

BisnisRegional

To top