Jokowi Tantang Kadin dan HIPMI Manfaatkan Kesempatan dari Perang Dagang

Presiden Joko Widodo menyebutkan Indonesia harus mampu memanfaatkan kesempatan di tengah berlangsungnya perang dagang antara Amerika Serikat dan China.
Amanda Kusumawardhani
Amanda Kusumawardhani - Bisnis.com 12 Juni 2019  |  15:55 WIB
Jokowi Tantang Kadin dan HIPMI Manfaatkan Kesempatan dari Perang Dagang
Perang dagang AS-China - istimewa

Bisnis.com, JAKARTA - Presiden Joko Widodo menyebutkan Indonesia harus mampu memanfaatkan kesempatan di tengah berlangsungnya perang dagang antara Amerika Serikat dan China.

Saat menerima pengurus Kamar Dagang dan Industri (KADIN) Indonesia dan Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (HIPMI) di Istana Merdeka, Rabu (12/6/2019), Presiden Jokowi mengatakan para pengusaha harus berada di garis terdepan dalam memanfaatkan peluang dalam perang dagang saat ini.

"Dan terutama ini karena perang dagangnya semakin sengit, jangan kita memandang itu sebagai sebuah masalah besar. Tetapi menurut saya ada sebuah peluang, ada sebuah opportunity yang bisa kita ambil dari ramainya perang dagang ini," kata Jokowi.

Dia mencontohkan pasar di Amerika Serikat (AS) yang sebelumnya dimasuki oleh China bisa dimanfaatkan oleh pengusaha Indonesia. Tak hanya itu, peluang itu juga bisa diikuti dengan peningkatan kapasitas produk-produk Indonesia di AS.

"Seperti yang saya lihat, misalnya kaya produk tekstil, garmen, itu yang dulunya diisi dari produk dari sana, sekarang karena mereka ramai ya bisa kita isi," ujarnya.

Dia menambahkan produk elektronik dan furnitur di AS lebih dari 50% diisi oleh produk asal China yang saat ini bisa dimanfaatkan untuk dimasuki produk-produk asal Indonesia.

Perang dagang antara AS dengan China diprediksi semakin sengit akibat komentar Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump yang menyatakan tidak akan menuntaskan perjanjian dengan China, kecuali pemerintahan Presiden Xi Jinping mengikuti ketentuan-ketentuan yang dinegosiasikan sebelumnya.

Sebelumnya, Trump bahkan menaikkan tarif impor bagi produk-produk asal China di AS menjadi 25% akibat buntunya kesepakatan antara AS dengan China.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
kadin, hipmi, kadin indonesia

Editor : Amanda Kusumawardhani

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top