Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

H-2 Lebaran, Kepadatan di Pelabuhan Merak Terkendali

Kementerian Perhubungan melaporkan hingga H-2 jelang Lebaran, tidak terjadi kondisi puncak mudik yang ekstrem seperti pada tahun-tahun sebelumnnya di Pelabuhan Penyeberangan Merak.
Rio Sandy Pradana
Rio Sandy Pradana - Bisnis.com 03 Juni 2019  |  09:20 WIB
Pemudik tujuan Sumatra antre memasuki kapal Roro di Dermaga Eksekutif Sosoro Pelabuhan Merak, Banten, Minggu (2/6/2019). Terhitung sejak H-7 hingga H-4 pukul 08.00 jumlah penumpang yang menyeberang dari Pelabuhan Merak ke Pelabuhan Bakauheni Lampung sebanyak 400.309 orang. - Antara
Pemudik tujuan Sumatra antre memasuki kapal Roro di Dermaga Eksekutif Sosoro Pelabuhan Merak, Banten, Minggu (2/6/2019). Terhitung sejak H-7 hingga H-4 pukul 08.00 jumlah penumpang yang menyeberang dari Pelabuhan Merak ke Pelabuhan Bakauheni Lampung sebanyak 400.309 orang. - Antara

Bisnis.com, JAKARTA - Kementerian Perhubungan melaporkan hingga H-2 jelang Lebaran, tidak terjadi kondisi puncak mudik yang ekstrem seperti pada tahun-tahun sebelumnnya di Pelabuhan Penyeberangan Merak.
 
Sekretaris Jenderal Kemenhub Djoko Sasono mengatakan peningkatan memang terjadi dibandingkan dengan hari-hari normal, tetapi hingga saat ini tidak terjadi kepadatan ekstrem yang pernah terjadi beberapa tahun yang lalu.
 
"Kapasitas yang tersedia di lintasan Merak-Bakauheni ini relatif dalam situasi yg terkendali,” kata Djoko dalam siaran pers, Senin (3/6/2019).
 
Sesuai prediksi, memang terjadi peningkatan arus penumpang maupun kendaraan di pelabuhan penyeberangan Merak, namun kondisinya tetap terkendali.
 
Pihaknya menjelaskan memang terjadi antrean, namun  hal tersebut masih lumrah karena mayoritas penumpang berkepentingan untuk merayakan Lebaran di kampung halaman.
 


Djoko mengomentari perihal penggunaan uang elektronik yang menimbulkan antrean. Perubahan tersebut membutuhkan proses, sehingga nantinya masyarakat akan menjadi terbiasa.
 
Menurutnya, penerapan sistem uang elektronik ini diyakini akan meningkatkan efisiensi bagi pengguna jasa dan meningkatkan efektivitas pelayanan.
 
"Memang biasanya kecenderungan kita senang membawa uang tunai, penerapan sistem baru tentunya butuh proses. Saya yakin masyarakat nanti akan mendapatkan manfaat kalau dengan uang elektronik." ujarnya.
 
Berdasarkan data dari PT ASDP Indonesia Ferry, hingga malam tadi, terjadi peningkatan jumlah penumpang yang menyebrang dari Pelabuhan Merak menuju Pelabuhan Bakauheni. Tercatat 556.727 orang pemudik yang telah menyeberang dari Jawa menuju Sumatera sejak H-7.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

Kemenhub bakauheni Mudik Lebaran
Editor : Nancy Junita
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top