Rumah Sakit BP Batam Siapkan Pelayanan Kesehatan Berbasis Blockchain

Tidak lama lagi, Rumah Sakit BP Batam akan mampu memberikan pelayanan kesehatan dengan menggunakan pendekatan berbasis blockchain (Public Healthcare Blockchain) hasil kerja sama dengan dClinic
David Eka Issetiabudi
David Eka Issetiabudi - Bisnis.com 26 Mei 2019  |  01:39 WIB
Rumah Sakit BP Batam Siapkan Pelayanan Kesehatan Berbasis Blockchain
Ilustrasi - paradiso.co.id

Bisnis.com, JAKARTA—Tidak lama lagi Rumah Sakit BP Batam akan mampu memberikan pelayanan kesehatan dengan menggunakan pendekatan berbasis blockchain.

Layanan Public Healthcare Blockchain tersebut merupakan hasil kerja sama dengan dClinic.

Dengan menggunakan Blockchain, pelayanan rumah sakit terintegrasi secara terpadu dalam penyimpanan dan pengambilan data yang aman bagi pasien, menggunakan catatan kesehatan elektronik (Electronic Health Record/EHR).

Peningkatan pelayanan tersebut ditandai dengan nota kesepahaman antara RS BP Batam dengan dClinic International dan Deloitte South East.

Implementasi dari proyek ini berupa blockchain layanan kesehatan swasta di area Batam yang ditempatkan pada pusat data yang dioperasikan oleh Otoritas BP Batam.

“Dengan mempersatukan perusahaan-perusahaan melalui sistem blockhain diharapkan dapat memberikan pelayanan kesehatan maksimal dan proaktif kepada konsumen di seluruh Indonesia,” kata CEO dClinic Richard Satur, dalam keterangan tertulis, Sabtu (25/5/2019).

Satur berharap, penerapan layanan kesehatan berbasis blockchain di RS BP Batam imenjadi percontohan bagi manajemen rumah sakit lainnya dalam memberikan layanan kesehatan yang komprehensif.

Asisten Deputi Moneter dan Neraca Pembayaran Kemenko Perekonomian Edi Prio Pambudi Irawadi memastikan pemerintah akan mengawasi penuh pelaksanaan sistem ini sehingga bisa optimal berjalan.

Menurut Edi dClinic akan menerapkan pelayanan berbasis blockchain untuk membuktikan keefektifan PHB tersebut dalam menyediakan sebuah Rekam Kesehatan Elektronik Longitudinal yang aman, terpercaya dan fleksibel bagi para pasien dan konsumen.

Setelah PHB tersebut terbukti efektif di Batam, dClinic siap bekerja sama dengan pemerintahan dan organisasi lainnya untuk mengeksplorasi penerapan PHB di wilayah lain di Indonesia.

“Kami yakin solusi dClinic dapat mempercepat pelaksanaan pelayanan kesehatan yang efektif untuk pasien bukan hanya di Batam  tetapi seluruh Indonesia,” tutur Direktur RS BP Batam Sigit Riyarto.

Pada kesempatan yang sama, Ketua Otoritas Zona Bebas Batam Indonesia (BIFZA), Edy Putra Irawadi mengapresiasi penuh kerja sama tersebut karena selaras dengan visi Batam sebagai teras bagi ekonomi digital Indonesia.

“dClinic akan membawa Solusi Blockchain (PHB) Kesehatan Publik pertama di Indonesia ke Premier Data Center BP Batam untuk mendukung terciptanya Zona Ekonomi Digital, Zona Medis Khusus, Pusat Logistik, dan Zona Pendidikan Khusus 4.0 di Batam,” ujar Edy.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
bp batam, blockchain

Editor : Saeno

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top