Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Wagub NTT: Jokowi Janji Tambah 13 Bendungan Lagi

Presiden Jokowi menyebutkan jika di provinsi lain hanya dibangun satu bendungan, maka di NTT dibangun tujuh bendungan, dan yang sudah selesai Bendungan Raknamo di Kabupaten Kupang dan Bendungan Rotiklot.
Newswire
Newswire - Bisnis.com 24 Mei 2019  |  13:59 WIB
Presiden Joko Widodo (kanan) bersama Menteri PUPR Basuki Hadimuljono (tengah), Mensesneg Pratikno (kedua kiri), Gubernur NTT Viktor Laiskodat (kedua kanan), dan Bupati Belu Willy Lay (kiri) menghadiri peresmian Bendungan Rotiklot di Belu, Atambua, NTT, Senin (20/5/2019). - ANTARA/Yulius Satria Wijaya
Presiden Joko Widodo (kanan) bersama Menteri PUPR Basuki Hadimuljono (tengah), Mensesneg Pratikno (kedua kiri), Gubernur NTT Viktor Laiskodat (kedua kanan), dan Bupati Belu Willy Lay (kiri) menghadiri peresmian Bendungan Rotiklot di Belu, Atambua, NTT, Senin (20/5/2019). - ANTARA/Yulius Satria Wijaya

Bisnis.com, KUPANG--Wakil Gubernur Nusa Tenggara Timur Josef Nae Soi mengatakan bahwa Presiden Joko Widodo atau Jokowi berjanji akan membangun 13 bendungan tambahan di NTT sehingga total bendungan di daerah itu menjadi 20 bendungan.

"Saat datang ke NTT baru-baru ini saya sempat berbicara dengan Pak Presiden soal penambahan bendungan dan Presiden berjanji untuk lima tahun ke depan akan kasih kita bendungan lagi sehingga jumlahnya mencapai 20 bendungan," katanya di Kupang, Jumat (24/5/2019).

Hal ini disampaikannya saat memberikan sambutan pada kegiatan rapat Koordinasi Penanganan percepatan Air Bersih di Provinsi NTT di salah satu hotel di Kota Kupang.

Menurut Josef Nae Soi, NTT memang sangat membutuhkan air. Di daerah lain, kata dia, NTT sudah sangat terkenal dengan kekeringan. Sebab, dari pengalaman yang dia peroleh waktu orang luar NTT hendak tugas ke NTT, selalu muncul pertanyaan ada air atau tidak. Ada listrik atau tidak.

"Saya minta kita sungguh-sungguh dalam rapat koordinasi ini. Kita simpan dulu yang dimensi idealis. Diskusi yang teori-teori, kita simpan. Sekarang kita harus mulai serius dengan apa yang saya namakan dimensi realitas, kontekstual. Yaitu banyak masyarakat yang butuh air," ujar pria asal Ngada tersebut.

Mantan Staf Ahli Menteri Hukum dan HAM itu mengungkapkan, sesuai ilmu manajemen, dia lebih tertarik untuk menggunakan istilah kolaborasi dari pada koordinasi, karena lebih mengedepankan hubungan simbiosis mutualisme.

Sebab, menurut dia, kalau dalam koordinasi masih ada ego sektoral, ada yang bersifat basa-basi. Sementara kalau kolaborasi, dia memberikan sesuatu, dia juga timbal balik memberikan sesuatu.

"Namun, karena istilah yang lebih populer sesuai nomenklatur adalah koordinasi, bolehlah dipakai itu. Tetapi harus diingat selalu, istilahnya boleh koordinasi, tapi maknanya kolaborasi," ujar dia.

Lebih lanjut, dia mengungkapkan, mengurus air tidak boleh memakai struktur dan jangan perdebatkan mengenai wewenang. Kalau ada peraturan yang menghalangi kewajiban masyarakat untuk mendapatkan pelayanan air, peraturan itu bisa didiskusikan untuk diubah secara cepat.

"Intinya air itu harus sampai ke rakyat. Bagaimana air sampai ke rakyat. Baru kemudian dari sini, cari sumber air, bagaimana konservasi air. Bagaimana kita memelihara supaya sumber daya air itu ada. Mari kita keroyok ini sama-sama," ujar dia.

Presiden Joko Widodo sendiri saat berkunjung ke Kabupaten Belu untuk meresmikan Bendungan Rotiklot mengatakan bahwa air adalah kunci kesejahteraan di NTT.

"Saya menyampaikan bahwa di NTT untuk menuju ke sebuah kemakmuran tanpa ada yang namanya air, lupakan. Kuncinya air," ujarnya.

Presiden Jokowi menyebutkan jika di provinsi lain hanya dibangun satu bendungan, maka di NTT dibangun tujuh bendungan, dan yang sudah selesai Bendungan Raknamo di Kabupaten Kupang dan Bendungan Rotiklot.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

ntt bendungan

Sumber : Antara

Editor : M. Rochmad Purboyo
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top