Penetrasi Internet Picu Popularitas Belanja Online

Berdasarkan Peta E-Commerce Indonesia yang disusun iPrice, Tokopedia masih menjadi platform dengan pengunjung web bulanan terbanyak pada kuartal I/2019, atau sebanyak 137 juta.
Deandra Syarizka | 24 Mei 2019 14:54 WIB
Ketua Umum Asosiasi E-Commerce Indonesia (idEA) Ignasius Untung S. - Bisinis/idea.or.id

Bisnis.com, JAKARTA — Pertumbuhan jumlah pengguna internet di Indonesia sebesar 10,12% per tahun pada 2018 dinilai dapat menjadi modal bagi pendalaman penetrasi pengguna e-commerce di Indonesia.

Laporan survei penetrasi dan profil pengguna Internet di Indonesia 2018 yang dilakukan  Asosiasi Penyelenggara Jasa Internet Indonesia (APJII) mencatat dari 264,16 juta jiwa masyarakat Indonesia, sebanyak 171,17 juta jiwa atau sekitar 64,8% telah menggunakan internet.  Jumlah tersebut tercatat tumbuh 10,12% dibandingkan 2017 di mana jumlah pengguna internet hanya 143,26 juta jiwa.

Ketua Asosiasi E-Commerce Indonesia (idEA) Ignatius Untung menyatakan, selama ini pertumbuhan pengguna e-commerce atau dagang-el sejalan dengan pertumbuhan pengguna internet di Tanah Air. Sebagai negara kepulauan, dia menyebut masih ada daerah pelosok Indonesia yang belum memiliki jaringan internet cukup baik.

“Semakin dalam penetrasi internet akan semakin dalam ke e-commerce. Tahapannya kan familier pakai internet dulu, nanti baru mengarah ke media sosial, selanjutnya baru mulai berani belanja online di marketplace,” ujarnya kepada Bisnis, Kamis (23/5).

Berdasarkan Peta E-Commerce Indonesia yang disusun iPrice, Tokopedia masih menjadi platform dengan pengunjung web bulanan terbanyak pada kuartal I/2019, atau sebanyak 137 juta. Diikuti oleh Bukalapak dengan 115 juta kunjungan, Shopee sebanyak 74,9 juta kunjungan, Lazada 52 juta kunjungan dan Blibli 32,5 juta kunjungan.

Google dan Temasek dalam laporan e-Conomy SEA 2018 menunjukkan bahwa ekonomi digital Indonesia pada 2018 mencapai US$27 miliar atau sekitar Rp391 triliun, di mana dagang-el menjadi motor penggerak utama. Nilai pasar dagang-el Indonesia pada 2018 mencapai US$12,2 miliar, dan diproyeksi tumbuh hingga senilai US$52 miliar pada 2025. Bahkan, pada 2020 idEA memperkirakan lebih dari separuh penduduk Indonesia akan terlibat dalam aktivitas dagang-el.

Pada kesempatan berbeda, VP of Merchants Tokopedia Inna Chandika menyatakan, perkembangan bisnis dagang-el di Indonesia semakin menggairahkan. Dengan jumlah populasi penduduk mencapai 269 juta jiwa, dia menilai masih banyak peluang yang dapat dikembangkan oleh pemain dagang-el.

"Bisnis e-commerce pertumbuhannya pasti sejalan dengan penetrasi internet, karena itu menjadi infrastruktur dasar yang menjadi enabler masyarakat untuk berbelanja online,” ujarnya.

Adapun hingga saat ini,  Tokopedia mengklaim telah menjangkau 97% kecamatan di Indonesia, dengan jumlah merchant mencapai 5,5 juta.  Platform ini memiliki lebih dari 15 juta produk yang terdaftar,  dengan pengguna aktif bulanan mencapai 90 juta pengguna.  

Country Brand Manager Shopee Indonesia Rezki Yanuar  menyatakan, pertumbuhan industri dagang-el Tanah Air masih akan tumbuh pesat selama 3 hingga 5tahun mendatang. Kendati  industri tersebut kian kompetitif, dia menilai masih terdapat banyak peluang pertumbuhan khususnya dengan menjangkau pelanggan di luar Jawa.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
e-commerce

Editor : Demis Rizky Gosta

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top