BMKG Sampit Pastikan Kondisi Laut & Udara Aman untuk Mudik

Kondisi jalur mudik laut yang dilintasi kapal dari Pelabuhan Sampit Kabupaten Kotawaringin Timur, Kalimantan Tengah, menuju Jakarta, Semarang, dan Surabaya selama arus mudik lebaran ini diperkirakan cukup aman.
Newswire
Newswire - Bisnis.com 22 Mei 2019  |  13:47 WIB
BMKG Sampit Pastikan Kondisi Laut & Udara Aman untuk Mudik
Ilustrasi - Penumpang antre masuk kapal KM Leuser tujuan Sampit, di Dermaga Jamrud Utara, Pelabuhan Tanjung Perak Surabaya, Jawa Timur, Jumat (22/6/2018). - ANTARA/Didik Suhartono

Bisnis.com, SAMPIT - Kondisi jalur mudik laut yang dilintasi kapal dari Pelabuhan Sampit Kabupaten Kotawaringin Timur, Kalimantan Tengah, menuju Jakarta, Semarang, dan Surabaya  selama arus mudik Lebaran ini diperkirakan cukup aman.

"Kondisi laut kami prediksi masih aman untuk pelayaran. Kondisi cuaca untuk transportasi udara juga masih aman karena belum ada potensi gangguan terhadap keselamatan penerbangan," kata Kepala Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Stasiun Haji Asan Sampit Nur Setiawan, Rabu (22/5/2019).

Nur Setiawan menyebutkan, kondisi cuaca di laut selama arus mudik ini diperkirakan cukup normal. Kecepatan angin juga diperkirakan tidak sampai memicu munculnya gelombang tinggi.

Saat ini kondisi laut, khususnya yang dilintasi kapal dari Pelabuhan Sampit, cukup teduh dengan ketinggian gelombang antara 1 hingga 1,25 meter. Gelombang dengan ketinggian tersebut dinilai masih aman untuk dilalui oleh kapal penumpang dan barang yang bertolak dari maupun menuju Pelabuhan Sampit.

Meski begitu, Nur Setiawan tetap mengingatkan nakhoda tetap mewaspadai kemungkinan terjadinya perubahan cuaca dalam waktu singkat di laut. Jika terjadi cuaca buruk, nakhoda diimbau tidak memaksakan diri karena berisiko terhadap keselamatan, apalagi jika sedang membawa penumpang.

"Saat puncak arus mudik nanti diperkirakan kondisi laut masih cukup aman. Untuk saat lebaran, karena saat ini memasuki masa transisi, jadi kemungkinan potensinya berawan dan hujan ringan," jelas Nur Setiawan.

Kepala Kantor Kesyahbandaran dan Otoritas Pelabuhan (KSOP) Sampit Thomas Chandra mengatakan, kondisi cuaca di laut menjadi perhatian utama. Jika kondisi cuaca sedang buruk, pihaknya menyarankan nakhoda untuk tidak berangkat karena berisiko bagi keselamatan.

"Kami membentuk grup untuk memudahkan komunikasi. Di dalamnya ada BMKG, nakhoda, perusahaan pelayaran dan lainnya sehingga kalau ada peringatan dini potensi cuaca buruk maka bisa segera disampaikan dan diketahui semua pihak," kata Thomas.

Thomas mengingatkan nakhoda untuk selalu mengikuti perkembangan informasi cuaca yang disampaikan BMKG.  Saat ini arus penumpang di Pelabuhan Sampit terus meningkat. Diperkirakan jumlahnya akan terus bertambah hingga menjelang lebaran Idulfitri 1440 H nanti.

Untuk mengangkut pemudik, disiapkan sebanyak delapan kapal milik tiga perusahaan pelayaran. PT Pelni menyiapkan lima kapal dengan sembilan call  (waktu kedatangan Kapal berlabuh jangkar di Dermaga hingga waktu keberangkatan) tujuan Surabaya dan Semarang.

 PT Dharma Lautan Utama dua kapal dengan delapan call tujuan Surabaya dan Semarang, serta PT Fajar Bahari Nusantara satu kapal dengan empat call tujuan Jakarta.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
BMKG, pelayaran, Mudik Lebaran

Sumber : Antara

Editor : Yusuf Waluyo Jati

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top